Tuntaskan Masalah Hunian, Disperkim Berau Targetkan 112 Unit RTLH Rampung Tahun 2026

oleh -19 views
program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai prioritas untuk masyarakat kurang mampu. foto dok Disperkim

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus memprioritaskan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sebanyak 112 unit rumah ditargetkan tuntas diperbaiki sepanjang tahun 2026.

Program ini tidak hanya menyasar perbaikan hunian warga kurang mampu, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar relokasi warga terdampak banjir besar yang melanda Kabupaten Berau pada tahun 2025 lalu.

Fokus di 10 Kampung, Talisayan Terbanyak

Kepala Disperkim Berau, Mulyadi, mengungkapkan bahwa bantuan 112 unit RTLH ini akan tersebar di 10 kampung. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Talisayan menjadi wilayah dengan alokasi bantuan terbesar.

“Kecamatan Talisayan mendapatkan porsi sekitar 40,17 persen atau sebanyak 45 unit RTLH,” ujar Mulyadi kepada media.

Relokasi Korban Banjir: Bukan Sekadar Membangun Rumah

Selain perbaikan RTLH reguler, Disperkim tengah mematangkan rencana relokasi bagi warga korban banjir. Mulyadi menekankan bahwa relokasi ini dilakukan secara bertahap dengan perencanaan lintas sektor yang ketat, termasuk koordinasi dengan Bidang Aset BPKAD untuk penyusunan master plan.

Langkah ini diambil guna memastikan kawasan relokasi baru memiliki fasilitas yang lengkap dan layak huni bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan relokasi ini terintegrasi. Yang dibangun bukan hanya rumah, tetapi juga ketersediaan sekolah, lapangan olahraga, akses air bersih, hingga jaringan listrik,” tambahnya.

Terkait relokasi di Kampung Long Ayap, dari total 76 unit yang diajukan, sebanyak 37 unit telah mendapatkan persetujuan pendanaan. Sementara itu, 39 unit sisanya diharapkan dapat diakomodir melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini.

Mulyadi berharap seluruh proses relokasi dan perbaikan hunian dapat selesai sepenuhnya sebelum pergantian tahun.

“Harapan kami semua bisa terakomodir di anggaran perubahan. Kami ingin memastikan masyarakat dapat segera menempati hunian yang aman, layak, dan nyaman dengan dukungan sarana prasarana yang siap pakai,” tutupnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.