Lincah Barongsai ‘Jemput Hoki’ di Jalanan Tanjung Redeb, Simbol Harmoni Bumi Batiwakkal

oleh -36 views
Barongsai menjemput angpao

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Tabuhan tambur, simbal, dan gong yang bertalu-talu memecah ketenangan sore di pusat kota Tanjung Redeb, Minggu (22/2/2026). Di balik kostum singa yang lincah, para pemuda etnis Tionghoa Berau beraksi dalam tradisi “Barongsai Menjemput Angpao”, sebuah atraksi ikonik yang menandai kemeriahan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Perayaan tahun ini terasa istimewa karena menandai transisi dari Tahun Ular Kayu menuju Tahun Kuda Api. Di sepanjang koridor Jalan Jenderal A. Yani hingga Jalan Gajah Mada, lampion merah tampak bersolek, menciptakan atmosfer hangat di tengah antusiasme warga.

Tradisi Jemput Angpao: Antara Hoki dan Atraksi

Ritual menjemput angpao bukan sekadar tontonan. Di depan pintu-pintu toko, para pemilik usaha telah menggantung amplop merah berisi uang sebagai simbol harapan akan keberuntungan dan kelancaran rezeki di tahun yang baru.

Barongsai yang menyerupai naga kecil itu dengan piawai melompat dan “melahap” angpao-angpao tersebut, diiringi sorak-sorai penonton yang memadati ruas jalan utama seperti Jalan Kapten Tendean, APT Pranoto, AKB Sanipah dan jalan Durian Tanjung Redeb.


Cermin Toleransi di Bumi Batiwakkal

Menariknya, kerumunan yang hadir tidak hanya datang dari warga keturunan Tionghoa. Warga umum dari berbagai latar belakang etnis dan agama turut tumpah ruah menikmati pertunjukan ini sebagai hiburan keluarga.

“Ini menjadi bagian dari kekayaan tradisi kita di Berau. Barongsai bukan lagi milik satu golongan, tapi sudah menjadi hiburan rakyat yang dinanti setiap tahun,” ujar salah satu warga di lokasi.

Fenomena ini sejalan dengan pesan yang kerap ditekankan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas yang senantiasa berpesan agar momen perayaan hari besar keagamaan, termasuk Imlek, menjadi perekat persatuan.

“Semangat keberagaman ini harus terus kita jaga. Mari jadikan Imlek sebagai momen kebahagiaan bersama untuk mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat Berau yang heterogen,” pesan Bupati dalam berbagai kesempatan.

Melalui liukan badan Barongsai di jalanan Tanjung Redeb sore tadi, masyarakat kembali diingatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan toleransi adalah nafas kehidupan di Kabupaten Berau.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.