Harga Beras di Berau Lampaui HET, Dinas Pangan Ungkap Pemicunya

oleh -491 views
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan.

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Pangan Kabupaten Berau mengungkapkan penyebab masih tingginya harga jual beras di pasaran yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Faktor utama diklaim berasal dari tingginya harga di daerah asal pengiriman (hulu).

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini fokus menjaga stabilitas pasokan agar tidak terjadi lonjakan harga yang lebih ekstrem.

“Fokus kita saat ini adalah menjaga stabilitas. Yang terpenting harga tidak melonjak drastis, stok barang tersedia, dan distribusi lancar,” ujar Rakhmadi saat dikonfirmasi, baru-baru ini.


Temuan di Lapangan

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu, petugas menemukan beras dijual dengan harga berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Angka ini terpaut cukup jauh dari ketentuan pemerintah.

“Kami menemukan harga di pasar mencapai Rp17 ribu-Rp18 ribu. Padahal, HET untuk beras premium adalah Rp15.400, sedangkan beras medium dipatok Rp14.000,” rincinya.

Ketergantungan Pasokan Luar Daerah

Tingginya harga ini tidak lepas dari kondisi ketahanan pangan lokal. Rakhmadi menyebutkan bahwa produksi beras dalam daerah Berau saat ini baru mampu memenuhi sekitar 30 persen dari total kebutuhan masyarakat.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Berau sangat bergantung pada pasokan dari luar pulau, terutama dari Sulawesi dan Surabaya.

“Karena sebagian besar didatangkan dari luar daerah yang harga dasarnya memang sudah tinggi, maka harga di tingkat hilir ikut terdampak,” tambahnya.

Langkah Penindakan dan Pengawasan

Menyikapi temuan harga di atas HET, Tim Saber Pangan tidak akan langsung memberikan sanksi di tingkat pengecer. Rakhmadi menyatakan pihaknya akan melakukan penelusuran data terlebih dahulu guna mengetahui titik awal kenaikan harga.

“Kita telusuri dulu asal-usulnya. Tidak bisa langsung menindak di hilir (pedagang pasar) jika di hulunya memang sudah tinggi. Kita cari tahu simpul kenaikannya di mana,” tegas Rakhmadi.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, pengawasan akan semakin diperketat. Dinas Pangan bersama Tim Saber Pangan Polda Kaltim dijadwalkan kembali menggelar sidak untuk mengantisipasi spekulasi harga.

“Kami mengimbau para produsen dan distributor untuk tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah situasi ini,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.