Hikari Berau: Saat Imajinasi Menemukan Rumahnya di Bumi Batiwakkal

oleh -315 views
Hikari Berau, sebuah komunitas yang membuktikan bahwa ekspresi diri tidak mengenal batas profesi maupun usia. foto Toni Arman

DI SUDUT Kabupaten Berau, sebuah transformasi unik tengah berlangsung. Bukan sekadar berganti pakaian, namun sebuah upaya menghidupkan mimpi. Di sini, seorang pelajar bisa menjadi ksatria tangguh, dan seorang guru bisa menjelma menjadi penyihir bijak dari dunia fantasi. Inilah Hikari Berau, sebuah komunitas yang membuktikan bahwa ekspresi diri tidak mengenal batas profesi maupun usia.


Cahaya Baru dari November 2025

Lahir pada November 2025, Hikari Berau hadir bukan sekadar tren sesaat. Nama “Hikari” yang berarti cahaya seolah menjadi representasi dari misi mereka: menyinari bakat-bakat terpendam para pencinta anime, gim, dan seni kostum di Kabupaten Berau Kalimantan Timur.

Menurut Albaru Hadi, sang Penanggung Jawab, komunitas ini adalah pelabuhan bagi mereka yang selama ini mungkin hanya berani menyalurkan hobi di balik pintu kamar.

“Tujuan kami adalah menjadi wadah. Tempat bagi siapa pun yang ingin mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi,” ujar Hadi dengan penuh semangat.


Lebih dari Sekadar Kostum

Bagi 70 lebih anggotanya, cosplay adalah sebuah bentuk seni yang kompleks. Di balik balutan kain dan riasan wajah, ada kerja keras yang luar biasa. Ada yang mendatangkan kostum dari luar kota, ada yang mengandalkan jasa rental lokal, bahkan ada yang memilih jalur “hardcore”: membuatnya sendiri dengan tangan.

Namun, Hikari Berau memiliki ambisi yang lebih dalam. Mereka ingin mengawinkan dua dunia yang tampak kontras: Budaya Jepang dan Kearifan Lokal Berau. Sebuah eksperimen budaya yang menjanjikan warna baru dalam khazanah kreativitas daerah.

Tantangan dan Mimpi Besar
Membangun komunitas di daerah tentu punya kerikil tajam. Hingga saat ini, pertemuan rutin masih dibatasi dua kali sebulan—sebuah keputusan realistis karena setiap pertemuan seringkali harus mengandalkan swadaya atau “merogoh kocek” sendiri.

Meski begitu, visi Hadi dan kawan-kawan tidak berhenti di urusan hobi semata. Mereka melihat potensi ekonomi yang nyata:
• Pemberdayaan UMKM: Melalui acara-acara cosplay, mereka berharap bisa menarik massa dan membuka peluang bagi pedagang lokal.
• Ekosistem Kreatif: Dari penjahit lokal hingga toko hobi, Hikari ingin menjadi penggerak roda ekonomi kreatif di Berau.

Pesan untuk Sang Pemimpi
Hingga kini, masih banyak “cosplayer rahasia” di Berau yang malu-malu untuk bergabung. Kepada mereka, Hadi memberikan pesan yang sederhana namun kuat: Jangan takut untuk bersinar.

Di Hikari Berau, identitas asli mungkin adalah seorang karyawan atau pelajar, tetapi di bawah sorot lampu panggung, adalah seniman. Dan di komunitas ini, setiap karya—sekecil apa pun—selalu menemukan tempat untuk dihargai.

(Toni Arman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.