Pastikan Takjil Aman, Dinkes Berau dan BBPOM Samarinda Uji Sampel di Pasar Ramadan

oleh -69 views
Petugas BPOM sedang mengambil produk yang di sampling pada penjual takjil di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah. dok

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda mengintensifkan pengawasan keamanan pangan. Langkah ini diambil untuk memastikan takjil yang dikonsumsi masyarakat bebas dari bahan kimia berbahaya.

Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengambilan sampel di pusat jajanan berbuka, salah satunya di Pasar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb, Selasa (24/2/2026).

Fokus pada Visual dan Tekstur Mencolok
Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BBPOM Samarinda, Akhmad Kamaluddin, menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari agenda rutin intensifikasi pangan selama Ramadan. Petugas melakukan seleksi sampel berdasarkan indikasi visual yang dianggap berisiko.

“Kami memprioritaskan pengujian pada produk dengan warna yang terlalu mencolok, seperti merah atau kuning terang, serta tekstur makanan yang tidak lazim. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan bahan kimia berbahaya,” ujar Akhmad di sela kegiatan.

Hasil Uji Laboratorium Keliling: 100% Aman
Dalam aksi lapangan tersebut, Dinkes Berau mengoperasikan mobil laboratorium keliling untuk mempercepat proses pemeriksaan. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Berau, Sitti Zakiah, mengungkapkan sebanyak 18 sampel makanan telah diuji secara cepat (rapid test).

Sampel tersebut terdiri dari 11 jenis makanan dari Pasar Ramadan Masjid Agung dan 7 sampel dari titik pasar Ramadan lainnya di wilayah Tanjung Redeb.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel memenuhi standar keamanan pangan. Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya seperti Rhodamin B, Methanil Yellow, boraks, maupun formalin,” terang Sitti Zakiah.

Menurutnya, ketiadaan temuan bahan berbahaya ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran para pedagang di Berau dalam menjaga kualitas dan kesehatan produk dagangannya sudah semakin tinggi.

Edukasi dan Pengawasan Berkala

Selain melakukan pengujian kimia, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang mengenai pentingnya higienitas dan sanitasi pengolahan pangan. Sitti menegaskan bahwa pengawasan ini tidak hanya dilakukan sekali saja.

“Pemeriksaan akan kami lakukan secara berkala hingga akhir Ramadan. Tujuannya jelas, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman dan nyaman tanpa khawatir terhadap kualitas hidangan berbuka yang mereka beli,” pungkasnya.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.