Pedagang Geruduk UPTD PSAD, Tolak Penerapan Portal Parkir Elektronik

oleh -150 views
PEDAGANG Pasar SAD, ngluruk ke kantor UPTD Pasar yang berada di lingkungan Pasar. foto Toni Arman

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Ratusan pedagang yang tergabung dalam komunitas Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) mendatangi Kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) PSAD pada Rabu pagi sekitara pukul 8.30 wita (25/2/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan baru mengenai penerapan portal parkir elektronik di kawasan pasar tersebut.

Para pedagang menilai kebijakan ini diberlakukan pada waktu yang tidak tepat. Mereka khawatir sistem parkir elektronik justru akan semakin menyurutkan minat pengunjung, yang berimbas pada sepinya aktivitas jual beli.

Perwakilan pedagang, Rahmatullah, kepada Dimensinews.id di lokasi Pasar SAD, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) pada Januari lalu. Dalam pertemuan tersebut, pedagang menyatakan dukungannya terhadap modernisasi pasar, namun dengan syarat tidak diterapkan dalam waktu dekat.

“Kami sebagai pelaku pasar bukan tidak setuju, kami sangat mendukung. Namun, kami memohon kepada Ibu Kadis agar mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini. Belum saatnya sistem ini diterapkan di Pasar Sanggam Adji Dilayas,” ujar Rahmatullah.


Fokus pada Pembenahan Fasilitas dan Ekonomi

Menurut Rahmatullah, pemerintah seharusnya memprioritaskan penataan pasar dan pemulihan ekonomi pedagang terlebih dahulu sebelum mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem parkir. Ia menekankan pentingnya melihat situasi riil di lapangan.

Beberapa poin utama yang ditekankan pedagang antara lain:
• Pengembalian Marwah Pasar, mengingat PSAD pernah menjadi salah satu pasar terbaik di Indonesia dengan jumlah pengunjung yang melimpah.
• Prioritas Pengunjung, pemerintah diminta fokus mencari cara meramaikan kembali pasar seperti di masa lalu.
• Kesiapan Ekonomi, pedagang meyakini jika pasar sudah ramai dan pendapatan stabil, kebijakan apa pun akan lebih mudah diterima oleh pelaku pasar.

“Bagaimana pemerintah bisa mengembalikan pasar ini ke marwahnya seperti dulu? Jika pengunjung banyak, pendapatan pasti meningkat, dan pelaku pasar tidak akan keberatan dengan kebijakan yang ada. Jangan hanya memaksakan PAD-nya saja,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.