Soroti Jarak Lampu Jalan Terlalu Rapat, Dedy Okto Minta DPUPR Segera Evaluasi

oleh -238 views
Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Jalan Diponegoro, Kecamatan Tanjung Redeb, yang dinilai kurang proporsional. dok Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Penataan infrastruktur perkotaan yang estetik dan efisien kini menjadi perhatian serius lembaga legislatif Bumi Batiwakkal. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Jalan Diponegoro, Kecamatan Tanjung Redeb, yang dinilai kurang proporsional.

Petinggi DPRD Berau ini menilai, jarak antar-tiang lampu yang terlampau rapat bukan hanya mengganggu pemandangan kota, tetapi juga berpotensi membebani keuangan daerah.

Estetika vs Pemborosan Anggaran

Sebagai warga yang kerap melintas di kawasan strategis tersebut, Dedy merasakan adanya ketidakserasian dalam penempatan titik lampu. Ia mengungkapkan bahwa jarak antar-lampu di sana hanya berkisar dua hingga dua setengah meter saja.

“Secara estetika maupun teknis, penataan itu kurang tepat. Jaraknya terlalu dekat, ada yang tinggi dan rendah. Jika tidak segera diatur, ini berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.

Standar Pencahayaan yang Ideal
Ketua DPRD meminta instansi teknis terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, fungsi utama lampu jalan adalah memberikan rasa aman dan nyaman, namun harus tetap berbasis perencanaan teknis yang matang.

Beberapa poin evaluasi yang didorong oleh DPRD meliputi:
• Proporsi Jarak: Mengatur kembali jarak antar-tiang agar distribusi cahaya tetap optimal tanpa harus menumpuk di satu titik.
• Keseragaman Desain: Menyesuaikan tinggi tiang dan model lampu agar terlihat lebih harmonis dengan wajah Kota Tanjung Redeb.
• Efisiensi Jangkauan: Dengan penataan yang tepat, satu titik lampu diharapkan mampu menjangkau area yang lebih luas, termasuk hingga ke simpang jalan utama.


Infrastruktur Harus Efektif dan Efisien

Dedy menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Berau tidak boleh sekadar mengejar target pemasangan fisik, tetapi wajib memperhatikan nilai efektivitas dan efisiensi.

“Kalau diatur dengan baik, jangkauan cahaya bisa lebih panjang dan tidak perlu terlalu rapat. Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa mengabaikan kaidah keindahan kota,” pungkas orang nomor satu di DPRD Berau tersebut.

DPRD Berau berkomitmen akan terus mengawal proses evaluasi ini guna memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan secara tepat guna untuk mempercantik dan menerangi Kota Sanggam.

(adv/dprd26/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.