Soroti Beban Kerja Kader Posyandu, Ratna Desak Pemkab Berau Tingkatkan Insentif dan Sarana

oleh -21 views
Ratna

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS q – Keberhasilan program kesehatan di Kabupaten Berau tak lepas dari peran vital kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan besar antara tuntutan kerja yang semakin berat dengan apresiasi yang diterima para kader.

Hal ini menjadi perhatian serius Anggota DPRD Berau, Ratna. Legislator dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan bahwa para kader kini memikul beban tanggung jawab yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya.

Dituntut 25 Kompetensi, Dukungan Minim

Ratna mengungkapkan, berdasarkan aspirasi yang ia terima langsung dari masyarakat, para kader kini diwajibkan memenuhi hingga 25 kompetensi pelayanan. Tugas mereka mencakup pemantauan tumbuh kembang balita, layanan ibu hamil, edukasi gizi, hingga garda terdepan dalam pencegahan stunting.

“Banyak kader mengadu kepada kami. Pekerjaan mereka terus bertambah, kompetensi yang diminta semakin tinggi, namun dukungan operasional dan insentifnya jalan di tempat. Ini kondisi yang tidak ideal,” ungkap Ratna.

Investasi SDM demi Masa Depan Berau

Menurut Ratna, jika pemerintah daerah terus menambah beban kerja tanpa diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan dan fasilitas yang memadai, dikhawatirkan motivasi para kader akan menurun. Hal ini tentu berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di Bumi Batiwakkal.

Ia menegaskan beberapa poin krusial yang harus segera dievaluasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau: yakni dengan Peningkatan Insentif, menyesuaikan upah kader dengan beban kerja yang kini semakin kompleks. Kemudian sarana prasarana, memastikan setiap Posyandu memiliki alat pendukung yang layak dan modern.Terakhir adalah dukungan anggaran, dengan memperkuat pos anggaran kesehatan untuk pembinaan kader secara konkret.

Kunci Keberhasilan Penurunan Stunting
Ratna mengingatkan bahwa target-target besar pemerintah, seperti penurunan angka stunting, mustahil tercapai tanpa peran aktif dan semangat para kader di lapangan.

“Investasi pada kader kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jika kita ingin menciptakan masyarakat Berau yang sehat dan sejahtera, kita harus mulai dengan memanusiakan dan memperhatikan kesejahteraan para pejuang kesehatan di tingkat paling bawah ini,” tegasnya.

DPRD Berau berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar Posyandu tidak sekadar menjadi simbol program, melainkan institusi yang benar-benar kuat dari sisi SDM maupun dukungan anggaran.

(adv/dprd26/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.