Antisipasi Jalur Laut Berau-Tarakan, Imigrasi Tanjung Redeb Pertebal Pengawasan WNA dan TKI Ilegal

oleh -84 views
Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, C. Catur Apriyanto. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dibukanya rute speedboat reguler yang menghubungkan Berau dan Tarakan menjadi atensi serius Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Redeb. Sebagai gerbang baru konektivitas antarprovinsi, pengawasan terhadap lalu lintas orang, khususnya Warga Negara Asing (WNA), kini kian diperketat.

Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, C. Catur Apriyanto, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam memantau jalur baru ini guna mencegah adanya pelanggaran keimigrasian.

Fokus Pengawasan di Jalur Non-TPI

Catur menjelaskan bahwa posisi Kantor Imigrasi Tanjung Redeb saat ini berfokus pada pelayanan dokumen perjalanan dan pengawasan di wilayah kerja, mengingat statusnya yang merupakan kantor Non-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

“Dengan adanya jalur baru ini, kami segera berkoordinasi dengan pihak perhubungan. Fokus utama kami adalah memantau pergerakan warga asing yang hendak menuju Tarakan melalui jalur laut tersebut,” ujar Catur.


Cegah Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal

Tak hanya memelototi aktivitas WNA, Imigrasi juga memasang mata terhadap mobilitas Warga Negara Indonesia (WNI). Koordinasi dengan otoritas pelabuhan ditingkatkan untuk mengendus potensi pengiriman tenaga kerja secara non-prosedural atau ilegal melalui jalur tikus.

“Jika ada kecurigaan atau informasi mengenai WNI yang terindikasi akan bekerja di luar negeri secara ilegal melalui jalur ini, kami langsung bersinergi dengan Dinas Perhubungan untuk langkah antisipasi,” jelasnya lagi.

Kemudahan Wisatawan Menuju Derawan dan Maratua

Di sisi lain, Catur mengakui bahwa rute Berau-Tarakan merupakan angin segar bagi sektor pariwisata. Jalur ini menjadi solusi alternatif yang lebih efisien bagi turis mancanegara yang ingin mengeksplorasi keindahan bawah laut Bumi Batiwakkal.

1. Akses Strategis: Wisatawan asing dari Jakarta atau Bali kini punya pilihan rute lebih cepat.

2. Titik Transit: Penyeberangan menuju Pulau Derawan dan Maratua via Tanjung Batu kini diprediksi akan semakin padat.

Perketat Manifes di Tanjung Batu

Sebagai langkah awal, pihak Imigrasi menekankan pentingnya akurasi data penumpang atau manifes di titik-titik krusial, terutama di Pelabuhan Tanjung Batu.

“Karena jalur ini masih sangat baru, prioritas kami adalah membangun sistem koordinasi yang kuat dengan pihak pelabuhan. Pengawasan manifes penumpang menjadi instrumen penting kami di lapangan,” pungkas Catur.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.