Koneksi Emas Berau-Tarakan Resmi Dibuka, Ketua DPRD: Akses Wisata Melejit, Layanan Kesehatan Kian Dekat

oleh -159 views
Ketua DRPD Berau, Dedy Okto Nooryanto

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Sebuah langkah besar dalam memperkuat konektivitas antarprovinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara resmi dimulai. Pembukaan jalur speedboat reguler yang menghubungkan Kabupaten Berau langsung dengan Pulau Tarakan mendapat apresiasi tinggi dari DPRD Kabupaten Berau.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai pembukaan rute laut ini bukan sekadar urusan transportasi, melainkan “keran” pembuka bagi kemajuan multisektor di Bumi Batiwakkal.


Tiga Manfaat Utama bagi Masyarakat

Menurut Dedy, ada tiga pilar utama yang akan terdampak positif dengan hadirnya jalur cepat ini:

1. Akselerasi Wisata: Wisatawan dari luar daerah kini memiliki opsi akses yang lebih bervariasi dan cepat menuju destinasi unggulan Berau.

2. Efisiensi Kesehatan: Masyarakat kini bisa menjangkau fasilitas kesehatan rujukan tanpa harus menempuh perjalanan darat yang melelahkan.

3. Pertumbuhan Ekonomi: Kelancaran arus orang akan memicu perputaran uang dan perdagangan antardaerah yang lebih masif.

“Dengan waktu tempuh hanya sekitar 2 hingga 3 jam, efisiensi waktu ini sangat membantu masyarakat kita. Ini adalah solusi nyata bagi mobilitas warga,” ujar Dedy.

Dedy menekankan bahwa tantangan terbesar bukanlah memulai, melainkan menjaga konsistensi layanan. Ia berharap rute ini tetap eksis secara permanen dan tidak hanya hangat di awal pembukaan. Yang utama itu aspek keamanan, bahwa setiap armada wajib memenuhi standar keselamatan laut yang ketat. Kemudian kenyamanan, pelayanan penumpang harus tetap dijaga agar minat masyarakat terus tinggi.


Waspadai Celah Penyelundupan

Di balik kemudahan akses tersebut, Ketua DPRD Berau memberikan catatan kritis bagi instansi terkait. Ia mengingatkan bahwa jalur baru seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk aktivitas ilegal.

“Saya meminta dinas terkait dan aparat penegak hukum melakukan pengawasan ketat. Jangan sampai jalur ini menjadi celah masuknya barang-barang terlarang seperti narkoba. Keamanan wilayah tetap harus jadi prioritas utama,” tegasnya menutup pembicaraan.

(adv/dprd26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.