Warga Keluhkan Padamnya Penerangan di Tepian Kalimarau

oleh -98 views

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kawasan Tepian Kalimarau yang diproyeksikan sebagai salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Berau kini menuai sorotan negatif. Fasilitas penerangan di area yang baru saja rampung direvitalisasi pada 2025 tersebut dilaporkan padam total dalam beberapa bulan terakhir, menyisakan ruang publik yang gelap gulita saat malam tiba.

Padahal, revitalisasi kawasan yang bersisian dengan jalur akses bandara ini awalnya bertujuan untuk mempercantik estetika kota sekaligus menyediakan ruang interaksi sosial yang representatif bagi masyarakat Bumi Batiwakkal.


Kehilangan Ruang Hiburan Malam

Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat yang terbiasa menghabiskan waktu luang di sana. Arfandi Ananda, warga Kelurahan Rinding, menyebutkan bahwa padamnya lampu jalan di sepanjang tepian tersebut sangat kontras dengan status kawasan yang baru saja dipercantik.

“Sudah beberapa bulan ini lampu penerangannya mati. Padahal banyak warga yang datang dengan niat menikmati suasana malam di pinggir sungai bersama keluarga, tetapi kondisinya justru gelap,” ujar Arfandi, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, hilangnya pencahayaan di area tersebut secara otomatis memangkas kenyamanan pengunjung. Warga yang membawa anak-anak kini merasa enggan untuk bersantai karena jarak pandang yang sangat terbatas.


Potensi Kerawanan Sosial

Selain persoalan estetika, padamnya lampu di Tepian Kalimarau memicu kekhawatiran terkait aspek keamanan. Minimnya penerangan di ruang publik seringkali menjadi celah bagi munculnya aktivitas negatif atau tindakan kriminal.

Kawasan yang remang-remang dikhawatirkan disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai tempat berkumpul untuk kegiatan yang melanggar norma atau mengganggu ketertiban umum.

“Kalau dibiarkan gelap seperti ini, kami khawatir lokasi ini malah digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Padahal ini fasilitas umum yang dibangun dengan anggaran besar agar warga bisa bersantai,” tambahnya.

Masyarakat kini mendesak instansi terkait, baik Dinas Perhubungan maupun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), untuk segera melakukan perbaikan teknis. Sebagai salah satu pintu masuk utama melalui jalur udara, estetika dan keamanan di kawasan Bandara Kalimarau seharusnya menjadi prioritas demi menjaga citra Kabupaten Berau.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.