Tekan Harga Pangan, Inflasi Berau Terendah di Kalimantan Timur

oleh -394 views
Stand daging Sapi di Pasar Sanggam Adji Dilayas. foto Helda Mildiana Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kabupaten Berau mencatatkan prestasi dalam pengendalian harga pada medio Maret 2026. Berdasarkan data terbaru, inflasi tahunan (year-on-year) Bumi Batiwakkal tercatat sebesar 2,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,95, angka terendah di seluruh Provinsi Kalimantan Timur.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau menunjukkan inflasi bulanan (month-to-month) berada di level 0,76 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) tercatat sebesar 0,60 persen.

Kenaikan inflasi secara tahunan dipicu oleh melonjaknya beberapa kelompok pengeluaran. Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi mencapai 14,14 persen. Disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,40 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,14 persen.

Beberapa sektor lain yang turut menyumbang kenaikan harga meliputi:

1. Kesehatan: Naik 2,48 persen.

2. Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar: Naik 2,36 persen.

3. Pakaian dan Alas Kaki: Naik 0,54 persen.

Sebaliknya, beberapa sektor justru mengalami deflasi atau penurunan harga, seperti sektor rekreasi, olahraga, dan budaya (1,67 persen), transportasi (1,51 persen), serta perlengkapan rumah tangga (1,34 persen). Komoditas utama penyumbang inflasi di antaranya emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, rokok, beras, hingga bawang merah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyatakan bahwa capaian inflasi terendah se-Kaltim ini merupakan bukti efektivitas langkah pengendalian harga di daerah.

“Ini menjadi indikator bahwa pengawasan harga di Berau berjalan efektif. Namun, kami tetap waspada, terutama terhadap komoditas pangan yang sangat memengaruhi daya beli masyarakat sehari-hari,” ujar Bupati, Minggu (5/4/2026).

Menyikapi data tersebut, Pemkab Berau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen memperkuat langkah strategis. Fokus utama akan diarahkan pada kepastian stok pangan, kelancaran distribusi barang, hingga opsi pelaksanaan operasi pasar jika terjadi gejolak harga yang tidak wajar.

“Kami terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait agar stabilitas harga tetap terjaga. Tujuannya jelas, agar inflasi tetap terkendali dan tidak menjadi beban ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.

(pro/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.