Pemkab Berau Targetkan Prevalensi Stunting Lima Persen

oleh -92 views
Gamalis dalam komitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Berau. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting guna mencapai target 14,4 persen pada 2029, dan menyentuh angka lima persen pada 2045. Target ambisius ini diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025-2045.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan hal tersebut saat membuka Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Berau tahun 2026 di Ruang Rapat Bapelitbang, Tanjung Redeb, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto, unsur Forkopimda, kepala OPD, hingga camat se-Kabupaten Berau.

Gamalis memaparkan tantangan serius yang dihadapi daerah. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Berau berada di angka 23,4 persen. Angka ini tercatat mengalami peningkatan dan masih berada di atas rata-rata nasional.

Persoalan data juga menjadi sorotan. Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZI KESGA) 2025 mencatat dari 23.105 balita di Berau, baru 40,06 persen yang melakukan pengukuran.
“Artinya, kunjungan balita ke Posyandu masih rendah. Ini harus ditingkatkan untuk memantau tumbuh kembang anak secara akurat guna memastikan mereka bebas stunting,” tegas Gamalis.

Berdasarkan evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025, Kabupaten Berau menempati posisi ke-10 dari 10 kabupaten/kota dalam penilaian kinerja aksi konvergensi penurunan stunting dengan skor 94.

Menanggapi hasil tersebut, Gamalis meminta seluruh pihak untuk tidak sekadar mengejar angka penilaian, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya delapan aksi konvergensi yang dilakukan secara fokus dan terintegrasi.

“Rapat Pra Musrenbang ini adalah forum untuk mengintegrasikan usulan dari tingkat kampung hingga kecamatan ke dalam perencanaan kabupaten,” jelasnya.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Berau, Gamalis mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk bergerak serentak. Ia berharap forum ini menghasilkan rekomendasi nyata yang dapat segera ditindaklanjuti pada tahun 2026 agar setiap intervensi tepat sasaran.
Meski menghadapi tantangan besar, Berau mencatatkan beberapa prestasi, di antaranya:
• Penyelesaian Web Bangda 100 persen.
• Masuk dalam 20 kabupaten/kota terbaik dalam pelaksanaan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) lokal.
• Penghargaan dari BKKBN melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

“Keberhasilan ini adalah modal kita untuk terus meningkatkan kerja nyata demi mewujudkan generasi sehat di Kabupaten Berau,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.