Optimalkan Wisata Susur Sungai, Pulau Besing Tawarkan Sensasi Melihat Bekantan dan Kalong

oleh -14 views
Wisatawan Mancanegara dalam wisata susur Sungai di Pulau Besing. foto dok

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kabupaten Berau tidak hanya memesona melalui keindahan bawah lautnya. Kekayaan hayati di daratan pun tak kalah memikat, salah satunya di Kampung Pulau Besing. Kampung ini kian memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata edukasi dan alam unggulan dengan mengandalkan pesona satwa endemik Kalimantan.

Melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pulau Besing kini menawarkan paket wisata susur sungai. Wisatawan diajak menjelajahi aliran sungai untuk melihat langsung monyet Bekantan—primata berhidung panjang yang menjadi ikon Kalimantan—serta Kalong, sejenis kelelawar berukuran besar.

Skema Paket Wisata

Ketua Pokdarwis Pulau Besing, Aprianto, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan dua skema perjalanan untuk memudahkan akses pengunjung:
1. Paket Meeting Point Pelabuhan Rajjanta (Tanjung Redeb): Dibanderol seharga Rp1,5 juta.
2. Paket Meeting Point Pelabuhan Kampung Pulau Besing: Dibanderol seharga Rp600 ribu.
Kedua paket tersebut berlaku untuk kapasitas maksimal 8 orang dengan durasi perjalanan sekitar satu hingga satu setengah jam, tergantung pada intensitas perjumpaan dengan satwa di sepanjang tepi sungai.


Kolaborasi dan Pemberdayaan Lokal

Pengembangan wisata di Pulau Besing mengedepankan sinergi antara pemerintah kampung, kabupaten, provinsi, hingga sektor swasta. Aprianto menekankan pentingnya keterlibatan warga lokal dalam ekosistem wisata ini.

“Kami melibatkan masyarakat pemilik perahu untuk jasa susur sungai. Selain itu, perajin atap nipah juga kami libatkan sebagai bagian dari atraksi wisata budaya bagi pengunjung,” ungkap Aprianto.

Prestasi dan Potensi Udang Galah

Upaya kerja keras warga Pulau Besing mulai membuahkan pengakuan di tingkat nasional maupun daerah. Tercatat, kampung ini berhasil masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Di tingkat lokal, mereka meraih juara tiga lomba Pokdarwis oleh Disbudpar Berau serta masuk empat besar lomba serupa yang diinisiasi oleh Berau Coal.

Kepala Kampung Pulau Besing, Supandi Paridana, menambahkan kalau hamper setiap minggu sekitar ada dua atau tiga rombongan mengikuti kegiatan susur sungai. Sekalian tamu tamu ada juga yang ingin menyaksikan langsung proses pembuatan atap dari daun nipah. Yang mana warga di Kampung Pulau Besing masih mengeluti pembuatan atap daun nipah

Supandi juga menegaskan komitmennya untuk terus memoles potensi kampung. Selain wisata susur sungai, ia mengingatkan bahwa Pulau Besing memiliki keunggulan lain sebagai salah satu penghasil udang galah terbesar di Kabupaten Berau.

“Kami akan terus berbenah dan mempertahankan konsistensi ini agar Pulau Besing tetap menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Supandi.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.