Akses Terhambat dan Angka Putus Sekolah Tinggi, Kecamatan Kelay Butuh Intervensi Serius

oleh -26 views
Kasi Pemerintahan Kecamatan Kelay, Ahmad Ramali. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kondisi pembangunan di wilayah pedalaman Kabupaten Berau, khususnya Kecamatan Kelay, masih menghadapi tantangan berat. Meski kaya akan potensi sumber daya alam mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata hutan tropis, masyarakat setempat masih terbelenggu keterbatasan infrastruktur dasar, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Kekhawatiran ini mencuat dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Berkelanjutan untuk Kecamatan Kelay yang digelar pada Selasa (14/4/2026). Saat ini, dari 14 kampung di Kelay, delapan di antaranya berstatus kampung berkembang dan enam lainnya kampung maju. Namun, status “berkembang” tersebut terancam merosot menjadi “tertinggal” jika tidak ada intervensi pembangunan yang masif.

Pendidikan: Jarak Jadi Penghalang Utama
Kasi Pemerintahan Kecamatan Kelay, Ahmad Ramali, mengungkapkan bahwa angka putus sekolah di wilayahnya masih sangat tinggi. Ketiadaan fasilitas pendidikan menengah menjadi akar masalahnya.

“Di tiap kampung itu hanya ada SD. Kalau anak-anak mau lanjut ke SMP atau SMA, mereka harus keluar kampung. Ini memerlukan biaya besar dan tidak semua anak bersedia atau mampu secara ekonomi untuk merantau keluar kampung,” ujar Ramali.

Berdasarkan diskusi langsung dengan warga di berbagai kampung, banyak anak-anak terpaksa berhenti sekolah setelah lulus SD karena kendala geografis dan biaya tersebut.

Kesehatan: Nyawa Melayang Akibat Akses Buruk
Kondisi fasilitas kesehatan juga tak kalah memprihatinkan. Ramali membeberkan fakta memilukan mengenai angka kematian ibu hamil yang sempat menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Akses jalan yang rusak mengakibatkan keterlambatan saat merujuk pasien ke puskesmas atau rumah sakit. Ada kasus ibu hamil meninggal di tengah jalan. Ini masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) dan kita sempat mendapat teguran dari pusat,” jelasnya.

Ekonomi: Ongkos Angkut Lebih Mahal dari Harga Jual
Buruknya infrastruktur jalan tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga mencekik ekonomi warga. Komoditas unggulan Kelay seperti kopi dan kakao sulit bersaing karena tingginya biaya logistik.

Ramali menyebutkan bahwa sering kali biaya angkut barang lebih mahal dibandingkan harga jual komoditas itu sendiri. Hal ini membuat petani lesu dan potensi pariwisata hutan yang ada menjadi sulit dijangkau.

Harapan pada Sinergi Lintas Sektor
Pihak Kecamatan mendesak Pemerintah Kabupaten Berau untuk memprioritaskan dua proyek strategis, yakni:

Pembangunan Jalan Poros Hulu Kelay.

Pembangunan Jalan Alternatif Long Lanuk – Merapun.

“Kami mohon dengan sangat kepada bapak/ibu dari OPD dan pihak swasta untuk bersinergi. Kasihan warga di pedalaman, permasalahannya sangat kompleks. Kami butuh bantuan nyata untuk saudara-saudara kita di sana,” tutup Ramali.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.