Efisiensi Anggaran, Pemkab Berau Dorong Kelay Gali Potensi Non-APBD

oleh -120 views
Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Berkelanjutan untuk Kecamatan Kelay di Hotel Mercure, Tanjung Redeb, Selasa (14/4/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menekankan pentingnya kemandirian fiskal bagi Kecamatan Kelay dalam upaya percepatan pembangunan. Mengingat adanya penurunan dana transfer pusat hingga 50 persen, pembangunan di wilayah pedalaman tersebut diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada APBD.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Berau, Maulidiyah, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Berkelanjutan untuk Kecamatan Kelay di Hotel Mercure, Tanjung Redeb, Selasa (14/4/2026).

Sinergi di Tengah Efisiensi Anggaran
Maulidiyah menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti pembangunan berhenti. Sebaliknya, kondisi ini menuntut kreativitas dalam mencari sumber pendanaan alternatif.

“Dalam kondisi efisiensi ini, kita harus kreatif. Pembangunan harus tetap berjalan dengan mencari sumber dana lain, seperti dari APBN maupun kolaborasi melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan,” tegas Maulidiyah.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi nirlaba (NGO) seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) untuk menutup celah keterbatasan anggaran daerah.

Potensi Wisata dan Ekonomi sebagai Daya Tawar
Kecamatan Kelay memiliki luas wilayah 6.134 kilometer persegi atau sekitar 23 persen dari total luas Kabupaten Berau. Selain letaknya yang strategis sebagai wajah perbatasan, Kelay menyimpan kekayaan alam dan budaya yang melimpah.

Beberapa potensi unggulan yang disebut mampu menjadi motor penggerak ekonomi mandiri antara lain:

Pariwisata: Bukit Merabu dan Danau Nyadeng.

Budaya: Kelestarian adat istiadat Etnis Dayak.

Komoditas: Produk cokelat dengan cita rasa unik.

“Kelay harus mampu berdiri di atas keunggulan dan kekuatan sendiri. Potensi yang luar biasa ini harus menjadi daya tarik investasi dan kemandirian ekonomi,” tambahnya.

Target: Menuju Kampung Mandiri
Berdasarkan Indeks Desa Tahun 2025, Kecamatan Kelay masih menghadapi tantangan pada sektor aksesibilitas serta layanan dasar pendidikan dan kesehatan. Dari 14 kampung yang ada:

6 Kampung berstatus Maju.

8 Kampung berstatus Berkembang.

Meski sudah tidak ada kampung tertinggal, Maulidiyah menyayangkan belum adanya kampung yang mencapai status Mandiri. Oleh karena itu, Pemkab Berau telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan Berkelanjutan khusus untuk Kecamatan Kelay.

Langkah Strategis Berbasis Data
Maulidiyah berharap forum koordinasi ini menghasilkan aksi nyata yang tepat sasaran dengan merujuk pada data lapangan. Fokus utamanya adalah memastikan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi masyarakat pedalaman.

“Saya berharap tim ini dapat merumuskan kebijakan berbasis data untuk mempercepat pembangunan dengan memperhatikan potensi spesifik tiap kampung. Kelay harus menjadi daerah yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.