Anggaran Dipangkas, Komisi II DPRD Berau Tantang OPD Tingkatkan Kreativitas dan Inovasi

oleh -14 views
Rudi P Mangunsong ketika memimpin rapat komisi bersama instansi terkait. foto dok

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinamika pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah di DPRD Kabupaten Berau memunculkan dorongan kuat bagi para Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di tengah tantangan pemangkasan anggaran secara nasional, DPRD Berau menegaskan bahwa keterbatasan dana tidak boleh menjadi alasan menurunnya produktivitas pelayanan publik.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, memberikan catatan strategis sekaligus motivasi kepada OPD agar tetap lari kencang meski ruang fiskal sedang menyempit. Hal ini disampaikan usai melakukan evaluasi mendalam terhadap sejumlah mitra kerja, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pariwisata.


Apresiasi Serapan Anggaran Dinas Perkim

Dalam evaluasi tersebut, Rudi memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Dinas Perkim yang dinilai sangat efektif dalam mengeksekusi program kerja di tahun sebelumnya.

“Dinas Perkim menunjukkan kinerja yang gemilang dengan serapan anggaran mencapai 98 persen. Ini adalah salah satu capaian terbaik dan harus menjadi contoh bagi OPD lainnya,” ujar Rudi P. Mangunsong.


Transformasi Pola Pikir di Tengah Efisiensi

Menyikapi pemangkasan anggaran yang menjadi kebijakan nasional, Rudi menantang para kepala dinas untuk mengubah pola pikir (mindset). Menurutnya, efisiensi anggaran seharusnya menjadi pemicu lahirnya inovasi, bukan justru menjadi alasan untuk bersikap pasif.

“Jangan sampai kekurangan anggaran membuat kita tidak kreatif, lemah, atau bahkan malas bekerja. Justru di tengah keterbatasan ini, tantangan inovasi itu muncul. Bagaimana program tetap berjalan maksimal dengan dana yang ada,” tegas politisi tersebut.

Beberapa poin penekanan Komisi II DPRD Berau bagi OPD antara lain: penataan pekerjaan dengan skala prioritas harus diperketat agar program yang bersentuhan langsung dengan rakyat tidak terhenti. Evaluasi Rutin: Monitoring berkala wajib dilakukan untuk meminimalkan kendala teknis di lapangan. Serta optimalisasi Pariwisata: Dinas Pariwisata diminta mengevaluasi total kendala kunjungan wisatawan agar target tahun 2026 mampu melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.

Optimisme Menghadapi “Badai” Ekonomi
Menutup keterangannya, Rudi mengajak seluruh jajaran eksekutif untuk tetap optimis. Baginya, situasi ekonomi yang “pahit” adalah fase yang harus dilewati dengan kerja keras dan komitmen demi kepentingan masyarakat luas.

“Pahit memang, tapi harus kita jalani dengan penuh tanggung jawab. Badai pasti berlalu, dan kita harus memastikan pembangunan di Berau tetap melangkah maju,” pungkasnya.

(adv/dprd26/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.