Lepas Ketergantungan Tambang, Wabup Gamalis Ajak Fokus ke Sektor Berkelanjutan

oleh -461 views
Wabup Berau Gamalis

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dominasi sektor pertambangan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan perlunya langkah strategis untuk mulai menggeser ketergantungan ekonomi dari sektor ekstraktif ke sektor yang lebih berkelanjutan.

Saat ini, kontribusi pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau mencapai hampir 60 persen. Angka ini dinilai cukup riskan, mengingat fluktuasi di sektor tambang dapat memicu ketidakseimbangan ekonomi daerah yang signifikan.


Risiko Tinggi Ketergantungan Tambang

Gamalis menjelaskan bahwa ketergantungan yang tinggi pada tambang tidak hanya berdampak pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga stabilitas fiskal daerah.

“Hampir 50 persen PAD kita bergantung pada tambang. Jika terjadi sesuatu pada sektor ini, dampaknya ke daerah akan sangat besar. Akan terjadi ketidakseimbangan,” ujar Gamalis.

Revitalisasi Potensi Lokal: Pertanian dan Pariwisata
Wabup menilai Berau memiliki “harta karun” lain yang jauh lebih awet jika dikelola dengan baik, yakni sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Namun, ia mengakui selama ini potensi tersebut belum tergarap maksimal karena daerah merasa terlalu nyaman dengan hasil tambang dan perkebunan.

“Kita punya potensi luar biasa di sektor wisata dan pertanian, tapi belum grow up maksimal karena kita sempat ‘manja’ dengan adanya tambang. Sekarang saatnya kita menghidupkan kembali sektor-sektor ini agar lebih mendominasi,” jelasnya.

Mulai Berubah Sebelum Habis
Pergeseran fokus ekonomi ini menurut Gamalis bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban. Tantangan kebijakan pusat dan kondisi ekonomi global menuntut daerah untuk lebih mandiri dan antisipatif.

Tiga Pilar Fokus Baru Pemkab Berau:

1. Pariwisata: Mengoptimalkan destinasi kelas dunia yang dimiliki Berau.

2. Pertanian & Perikanan: Memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.

3. UMKM: Mendorong kemandirian ekonomi kreatif masyarakat.

Meski menyadari transisi ini memerlukan waktu dan perhitungan matang, Gamalis optimis Berau mampu bertransformasi.

“Suka tidak suka, mau tidak mau, tambang suatu saat akan habis. Langkah kita mulai hari ini adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi Berau di masa depan,” pungkasnya.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.