Harga BBM Non-Subsidi Melejit, Penjualan Pertamax Turbo di Berau Merosot

oleh -11 views
SPBU di jalan H.ARM Ayoeb Gunung Tabur

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku sejak tanggal 18 lalu mulai mengubah pola konsumsi masyarakat. Kenaikan signifikan pada produk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex memicu penurunan volume penjualan di sejumlah titik, termasuk SPBU HARM Ayoeb.

Pengawas SPBU HARM Ayoeb, Alvian Azhar, mengungkapkan bahwa dampak kenaikan harga sangat terasa pada hari pertama dan kedua kebijakan tersebut diberlakukan. Menurutnya, masyarakat masih terkejut dengan selisih harga yang cukup tajam.

“Kenaikannya cukup signifikan, sehingga pada hari-hari pertama penjualan agak sepi karena konsumen masih dalam tahap penyesuaian terhadap harga baru,” ujar Alvian.

Rincian Perubahan Harga
Di SPBU HARM Ayoeb, terdapat dua jenis BBM non-subsidi yang mengalami lonjakan harga drastis:

Dexlite: Naik menjadi Rp24.150 dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter.

Pertamax Turbo: Naik menjadi Rp19.850 dari harga semula Rp13.350 per liter.

Dampak pada Penjualan
Alvian menjelaskan bahwa penurunan volume penjualan paling terasa pada produk Pertamax Turbo. Meskipun memiliki pelanggan setia, selisih harga yang tinggi membuat sebagian konsumen berpikir ulang untuk mengisi penuh tangki mereka.

Berbeda dengan Pertamax Turbo, permintaan Dexlite cenderung lebih stabil meski harganya naik tajam. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan sektor operasional:

Kendaraan Operasional Perusahaan: Banyak perusahaan yang mewajibkan armadanya menggunakan Dexlite.

Kendaraan Dinas (Plat Merah): Adanya regulasi yang mewajibkan kendaraan instansi pemerintah menggunakan BBM non-subsidi.

Pasokan Tetap Aman
Meski terjadi fluktuasi permintaan di tingkat pengecer, Alvian memastikan bahwa distribusi dari Pertamina tidak terganggu. Hingga saat ini, kuota pengiriman BBM ke SPBU masih berjalan normal tanpa ada pengurangan.

“Stok dari Pertamina tetap aman. Penurunan penjualan murni karena faktor penyesuaian harga di masyarakat, bukan karena kendala pasokan,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.