Memaknai Spirit Kartini Modern, Sri Yulianawati Ningsih: Perempuan Harus Berdaulat dan Melek Digital

oleh -11 views
Sri Yulianawati Ningsih Anggota DPRD Kabupaten Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini di era transformasi digital saat ini mengalami pergeseran makna yang fundamental. Jika dahulu perjuangan terfokus pada hak akses pendidikan, kini tantangan perempuan adalah tentang kedaulatan diri dan peran strategis dalam keluarga di tengah gempuran teknologi.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Sri Yulianawati Ningsih, menekankan bahwa esensi “Kartini Modern” terletak pada kemampuan perempuan untuk memiliki kendali penuh atas hidupnya sendiri.


Kedaulatan dan Kendali Diri

Menurut Sri, perjuangan perempuan saat ini bukan lagi sekadar soal boleh atau tidaknya mereka bersekolah, melainkan memastikan perempuan memiliki suara dan kesempatan yang setara.

“Kendali atas hidup sendiri artinya perempuan memiliki kedaulatan penuh atas dirinya tanpa tekanan dari pihak manapun. Bebas berkreasi dan bebas menyampaikan pendapat,” ujar Sri Yulianawati.

Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral. “Kebebasan ini tidak boleh membuat kita melupakan kodrat sebagai seorang ibu dalam rumah tangga. Keseimbangan antara aktualisasi diri dan peran domestik adalah kunci,” tambahnya.


Pendidikan Anak di Era Digital

Menanggapi tantangan mendidik anak di era digital, politisi perempuan ini memberikan pandangan tajam mengenai peran orang tua. Ia menegaskan bahwa mendidik anak bukanlah tugas eksklusif seorang ibu, melainkan tanggung jawab kolektif.

“Pendidikan terbaik adalah tanggung jawab ibu dan ayah secara bersama-sama. Namun, sebagai ibu, kita harus mampu menjadi role model. Anak-anak adalah peniru ulung, mereka akan mencontoh perilaku orang tuanya,” tegasnya.

Di tengah masifnya penggunaan gawai, Sri Yulianawati mengingatkan para ibu di Kabupaten Berau untuk tidak “gaptek” (gagap teknologi). Menurutnya, melek teknologi adalah kewajiban bagi orang tua masa kini agar dapat melakukan pengawasan yang efektif.

Strategi mendidik anak di era digital menurut Sri Yulianawati yakni menjadi teladan dengan menunjukkan perilaku positif yang layak ditiru anak. Kemudian literasi digital dalam hal ini orang tua harus paham teknologi untuk memantau konten yang diakses anak. Serta batasan tegas dengan memberikan aturan yang jelas dan edukasi mengenai keamanan digital. Terakhir adalah menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak atas apa yang mereka lakukan di dunia maya.

“Jangan sampai ada pembiaran. Kita harus memberikan batasan yang tegas agar anak tidak kebablasan dalam menggunakan teknologi,” tutup Anggota Komisi I DPRD Berau tersebut.

(adv/dprd26/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.