Pulau Derawan Terancam Abrasi, Pemerintah Kampung Desak Pembangunan Penahan Pantai

oleh -27 views
Pulau Derawan

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kondisi abrasi di Pulau Derawan kini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Pemerintah Kampung Pulau Derawan kembali menyuarakan urgensi pembangunan infrastruktur penahan abrasi yang hingga kini belum terealisasi, meski usulan tersebut telah diajukan selama puluhan tahun.

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengungkapkan bahwa pengikisan garis pantai yang terjadi setiap tahun mulai membawa dampak kerusakan nyata. Tercatat, sedikitnya lima bangunan dilaporkan hancur akibat terjangkau luapan air laut dan pengikisan tanah.
Ancaman Bagi Hunian dan Pariwisata

Indra menjelaskan bahwa jika tidak segera ditangani, abrasi ini tidak hanya mengancam pemukiman warga, tetapi juga aset-aset vital pariwisata.

“Pembangunan penahan abrasi ini sangat kami harapkan. Sudah puluhan tahun kami ajukan, bahkan setiap tahun terus diusulkan dalam Musrenbang, namun hingga saat ini belum ada realisasi fisik di lapangan,” ujar Indra Mahardika saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026) .

Menurutnya, keterlambatan penanganan akan memperparah kerusakan lingkungan dan mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata. Mengingat status Derawan sebagai destinasi unggulan, perlindungan terhadap pulau ini seharusnya menjadi prioritas utama.

Butuh Langkah Konkret

Indra menegaskan bahwa Pulau Derawan adalah aset daerah yang harus dijaga keberadaannya. Kerusakan bangunan dan hilangnya garis pantai merupakan sinyal darurat bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk segera mengintervensi.

“Ini wajib segera dilaksanakan. Derawan adalah aset pariwisata yang harus dijaga dan diperhatikan secara serius. Jangan sampai kita kehilangan aset berharga ini karena pembiaran,” tegasnya.

Pihak pemerintah kampung berharap di tahun anggaran mendatang, usulan pembangunan penahan abrasi bukan lagi sekadar catatan di atas kertas, melainkan langkah nyata demi melindungi lingkungan, hunian warga, dan masa depan pariwisata di Bumi Batiwakkal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.