Putus Rantai Korupsi, Pemkab Berau ‘Suntikkan’ Nilai Integritas Sejak Dini

oleh -47 views
Peluncuran buku panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi yang digelar secara virtual, Senin (11/5/2026). foto Kominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau mengambil langkah berani dalam mencetak generasi masa depan yang bersih dari praktik rasuah. Komitmen ini ditegaskan melalui dukungan penuh terhadap peluncuran buku panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi yang digelar secara virtual, Senin (11/5/2026).

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama Wakil Bupati Gamalis, mengikuti peluncuran nasional ini langsung dari Ruang Teleconference Diskominfo Berau. Acara tersebut dihadiri tokoh-tokoh kunci nasional, mulai dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Ketua KPK Setyo Budiyanto, hingga Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.

Bukan Sekadar Teori di Kelas
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam arahannya menekankan bahwa kejujuran harus menjadi denyut nadi di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan antikorupsi tidak boleh berhenti sebagai hafalan di buku teks, melainkan harus mendarah daging dalam budaya sekolah.

“Pendidikan tidak hanya soal angka akademik, tapi soal membentuk moral bangsa. Nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab harus hadir dalam setiap aktivitas siswa, bukan sekadar materi di ruang kelas,” tegas Mu’ti.

Senada, Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa pendidikan adalah senjata paling strategis untuk mencegah korupsi di masa depan demi menjemput visi Indonesia Emas 2045. Ia memetakan lima kompetensi utama: kepatuhan aturan, pemahaman hak milik, menjaga amanah, penguatan etika, dan budaya integritas.

Langkah Nyata Pemkab Berau
Menanggapi arahan pusat dan Surat Edaran Mendagri Nomor 800.2.1/3777/SJ, Bupati Sri Juniarsih memastikan Berau tidak akan tinggal diam. Ia menilai, menanamkan rasa malu melakukan penyimpangan harus dimulai sejak usia sekolah dasar.

“Pendidikan antikorupsi adalah fondasi. Kita ingin nilai-nilai kejujuran ini menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat. Anak-anak kita harus punya ‘imun’ yang kuat terhadap mental korupsi,” ujar Sri Juniarsih.

Sementara itu, Wakil Bupati Gamalis menambahkan bahwa misi besar ini membutuhkan kolaborasi lintas lini. Pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan tenaga pendidik yang kompeten serta dukungan anggaran untuk memastikan program ini berjalan efektif, bukan sekadar formalitas.

“Ini kerja keroyokan. Guru, orang tua, dan pemerintah harus satu suara. Kami di Pemkab Berau siap mengawal penuh implementasi kurikulum integritas ini demi lahirnya pemimpin masa depan yang berkarakter kuat,” pungkas Gamalis.

(adv/pem26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.