Sahangeo, Napas Baru Lada Tumbit Dayak Lewat Sentuhan Inovasi Pemuda

oleh -18 views
Hamka Jamal membawa semangat perubahan ke Desa Tumbit Sari. Pemuda lulusan manajemen agribisnis ini berhasil mengubah keresahan menjadi peluang melalui brand "Sahangeo", sebuah UMKM kuliner berbasis lada yang kini menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Berau. foto dok

BERAU, DIMENSINEWS – Berawal dari sebuah esai beasiswa tentang kontribusi bagi tanah kelahiran, Hamka Jamal membawa semangat perubahan ke Desa Tumbit Sari. Pemuda lulusan manajemen agribisnis ini berhasil mengubah keresahan menjadi peluang melalui brand “Sahangeo”, sebuah UMKM kuliner berbasis lada yang kini menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Berau.

Didirikan pada 2021 di Kecamatan Sambaliung, Sahangeo lahir dari keprihatinan Hamka terhadap minimnya nilai tambah hasil tani lada lokal. Ia bertekad mengembalikan kejayaan lada Berau dengan kemasan yang lebih modern dan bernilai ekonomis tinggi.

“Nama Sahangeo merupakan perpaduan kata ‘sahang’ yang berarti lada dalam bahasa Berau, dan ‘saranghaeyo’ yang berarti aku cinta kamu. Harapannya, produk ini dicintai masyarakat dan menambah kehangatan dalam setiap masakan,” ujar Hamka.

Produk andalan Sahangeo bermula dari lada bubuk murni. Tak berhenti di situ, Hamka terus berinovasi dengan menghadirkan kudapan unik bernama Keripik Pisang Batubara yang kini turut diminati pasar.


Sinergi Pendampingan PT Berau Coal

Perjalanan membangun bisnis tentu tidak mulus. Hamka sempat menghadapi tantangan berat, mulai dari edukasi pasar terhadap produk baru hingga ketatnya persaingan merek. Menjawab tantangan tersebut, pada tahun 2022, PT Berau Coal hadir sebagai mitra pendamping guna memperkuat program Pemerintah Kabupaten Berau dalam pengembangan UMKM lokal.

Dukungan yang diberikan PT Berau Coal bersifat komprehensif. Perusahaan membantu penguatan aspek legalitas seperti sertifikasi halal, pelatihan manajemen usaha, hingga strategi pemasaran digital. Selain itu, produk Sahangeo difasilitasi untuk masuk ke jejaring pemasaran yang lebih luas melalui Rumah Kemas Batiwakkal.

Melalui pendampingan sistematis ini, Sahangeo berhasil memenuhi standar pasar modern dan memperluas jangkauan penjualan secara daring melalui platform WhatsApp dan Instagram.

Menembus Pasar Nasional
Hasilnya nyata. Saat ini, Hamka mampu memproduksi sekitar 1.000 kemasan lada bubuk setiap dua bulan. Sementara untuk produk keripik pisang, penjualannya mencapai 600 kemasan per bulan. Prestasi yang paling membanggakan adalah keberhasilan Sahangeo menembus pasar nasional.


Produk Sahangeo kini tersedia di berbagai titik strategis, mulai dari minimarket lokal di Berau, Hypermart Samarinda dan Balikpapan, hingga Food Mart di kota-kota besar Kalimantan Timur. Tak hanya itu, distribusinya telah mencapai Pusat Oleh-Oleh Galu di Banjarmasin, Bintang Mart di Banyuwangi, hingga ke Kutoarjo, Jawa Tengah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal atas pendampingannya selama ini. Kehadiran mereka tidak hanya membantu usaha saya, tetapi juga memberikan pemberdayaan bagi petani lada di kampung kami serta menciptakan kemandirian ekonomi bagi ibu rumah tangga setempat,” ungkap Hamka.

Ia menambahkan bahwa kemudahan akses sertifikasi dan pelatihan digital telah membuat distribusi produk menjadi lebih efisien, sekaligus meningkatkan pendapatan bagi rantai pasok lokal di desa.

Hamka berharap kolaborasi yang produktif ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pemuda lain di Bumi Batiwakkal untuk memaksimalkan potensi daerah.

“Harapan saya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan UMKM berbasis potensi lokal dapat memajukan ekonomi Kabupaten Berau,” pungkasnya.

(adv/bc26/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.