Gebrakan Pasar Murah, Cara Berau Jinakkan Inflasi dan Stunting

oleh -103 views
Peluncuran pasar murah di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sambaliung, Sabtu (16/5/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

SAMBALIUNG, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau resmi meluncurkan Gerakan Pasar Ikan Murah yang berpusat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sambaliung, Sabtu (16/5/2026). Selain dalam rangka mengendalikan inflasi daerah dan menanggulangi stunting, kegiatan ini juga digelar untuk memperingati Hari Nelayan Nasional sekaligus HUT ke-53 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

Acara tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua HNSI Kalimantan Timur, Ketua HNSI Berau, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), serta Camat Sambaliung.

Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih mengingatkan kembali bahwa Indonesia adalah negara maritim dengan wilayah laut mencapai 70 persen. Menurutnya, potensi kekayaan laut ini merupakan modal strategis bagi pembangunan nasional, tak terkecuali bagi Kabupaten Berau.

“Melalui momentum Hari Nelayan Nasional ini, kita laksanakan Pasar Ikan Murah sebagai wujud kepedulian bersama,” ujar Sri Juniarsih.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada para nelayan lokal atas dedikasi tinggi mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Berau melalui hasil laut.


Sinergi untuk Tekan Inflasi dan Stunting

Sri Juniarsih menjelaskan, Gerakan Pasar Ikan Murah ini memiliki multiplier effect atau dampak luas, mulai dari menekan angka inflasi, menurunkan angka stunting, hingga memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Yang sangat saya hargai adalah adanya kerja sama yang baik dan simbiosis mutualisme dari para nelayan. Mereka memberikan dedikasi luar biasa dengan terus menyediakan ikan berkualitas terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa melimpahnya potensi perikanan Berau—baik perikanan tangkap maupun budidaya air tawar—harus diimbangi dengan perkembangan industri pengolahan. Hal ini penting agar sektor perikanan mampu menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Berau berkomitmen memperkuat berbagai program strategis. Di antaranya lewat modernisasi alat tangkap yang ramah lingkungan, pengembangan kawasan budidaya, serta penguatan UMKM berbasis pengolahan hasil perikanan.

“Saya meminta adanya pemberdayaan produk perikanan skala mikro dan kecil guna mendukung hilirisasi industri. Kita manfaatkan ikan sebagai produk ekonomi kreatif. Untuk itu, Dinas Perikanan dan Diskoperindag harus saling bersinergi mengangkat ekonomi warga melalui potensi sumber daya alam kita,” pesannya.

Bupati juga mengimbau para nelayan untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan dengan menerapkan metode tangkap yang aman dan tidak merusak habitat laut.

Bupati memeriksa ikan yang dipersiapkan panitia. foto Helda Mildiana Dimensinewss.id


Sediakan 6,4 Ton Ikan, Ditargetkan Bergulir Setiap Bulan

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, dalam laporannya menjelaskan bahwa Gerakan Pasar Ikan Murah ini juga menjadi langkah awal pemerintah untuk memperkenalkan dan mengoptimalkan fungsi PPI Sambaliung kepada masyarakat luas.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Perikanan berkolaborasi dengan HNSI Berau serta didukung oleh tujuh pengusaha perikanan lokal. Pergelaran perdana ini langsung menyerbu pasar dengan menyediakan total 6,4 ton ikan segar.

“Total yang disediakan mencapai 6,4 ton, terdiri dari 6,2 ton ikan laut dan 200 kilogram ikan air tawar. Jenisnya bervariasi, mulai dari ikan layang, tongkol, ketombong, sarden, senangin, kakap, hingga bandeng. Sementara untuk air tawar ada nila, patin, dan lele,” papar Abdul Majid.

Melihat tingginya antusiasme warga yang datang menyerbu komoditas tersebut, Majid menambahkan bahwa Dinas Perikanan akan mengupayakan agar Gerakan Pasar Ikan Murah ini bisa menjadi agenda rutin bulanan.

“Kami mengupayakan kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap bulan. Dengan begitu, kita bisa terus menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi di daerah,” pungkasnya.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.