Antrean BBM di SPBU Meluber ke Badan Jalan, Pengguna Jalan Keluhkan Kemacetan Parah

oleh -94 views
Antrean di SPBU , cukup meresahkan masyarakat. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Berau kian meresahkan masyarakat. Pasalnya, antrean tersebut tidak hanya memenuhi area dalam SPBU, tetapi sudah meluber hingga ke badan jalan raya. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi kerap terganggu dan memicu kemacetan parah.

Salah seorang pengguna jalan, Mila, mengeluhkan kondisi antrean kendaraan yang didominasi oleh truk dan kendaraan roda empat tersebut karena telah memakan hampir satu lajur jalan utama. Menurutnya, hal ini memaksa pengendara lain untuk memperlambat laju kendaraan mereka saat melintas di depan SPBU, sehingga memperpanjang durasi perjalanan.

“Hampir setiap hari saya lewat sini dan jalanan selalu penuh oleh kendaraan yang mengantre. Jelas kami merasa terganggu karena satu lajur jalan habis terpakai hanya untuk antre bensin,” ungkap Mila, Senin (18/5/2026).

Mila berharap agar pihak manajemen SPBU maupun aparat terkait segera mengambil tindakan tegas. Ia meminta persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut karena sudah sangat merugikan hak-hak pengguna jalan lainnya.

Selain memicu kemacetan, melubernya antrean hingga ke fasilitas publik ini dinilai sangat membahayakan keselamatan berlalu lintas. Kurangnya pengawasan di lapangan membuat potensi kecelakaan di sekitar area SPBU menjadi lebih tinggi.

“Hampir separuh jalan dipenuhi truk-truk besar dan tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas di sana. Kadang para pengantre kurang memperhatikan kendaraan lain yang melintas. Ini sangat berbahaya, pengendara lain rawan tersenggol,” tambahnya.

Masyarakat Berau kini berharap adanya tindakan nyata dan solusi konkret dari pihak pengelola SPBU, Pertamina, maupun Dinas Perhubungan setempat. Pembenahan sistem distribusi serta pengaturan manajemen lalu lintas di sekitar area SPBU dinilai mendesak untuk segera diterapkan guna mengurai kesemrawutan tersebut.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.