Antrean BBM Mengular ke Badan Jalan, DPRD Berau Minta Pengelola SPBU Atur Ketertiban

oleh -83 views
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Sumadi, memberikan perhatian serius terhadap fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pasalnya, antrean tersebut kerap mengular hingga memakan separuh badan jalan dan mengganggu kenyamanan publik.

Menanggapi situasi tersebut, Sumadi meminta kepada pihak manajemen pengelola SPBU untuk lebih proaktif dalam mengatur jalur antrean kendaraan demi menjaga ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas. Menurutnya, antrean kendaraan yang berlangsung hingga berjam-jam tanpa pengaturan yang baik sering kali menjadi pemicu utama kemacetan di jalan protokol.

“Memang saat ini ketersediaan BBM cukup terbatas. Namun, harapan kami kepada semua pihak, proses antrean jangan sampai mengganggu arus lalu lintas, apalagi sampai menutup bahu dan badan jalan,” ujar Sumadi, Senin (18/5/2026).

Guna mengatasi persoalan tersebut, Sumadi menyarankan agar pihak pengelola SPBU mengambil langkah tegas untuk membatasi panjangnya antrean. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan memberlakukan sistem jeda waktu pengisian bagi kendaraan yang sama.

“Pihak SPBU harus bisa membatasi setiap kendaraan supaya antrean tidak terlalu panjang. Mungkin bisa diberlakukan sistem jeda, misalnya pengisian dua hari sekali, jadi tidak setiap hari kendaraan yang sama mengantre di sana,” tambahnya.

Lebih lanjut, politisi DPRD Berau ini menilai bahwa penerapan pembatasan tersebut juga efektif untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan atau pembelian berulang (ngetap) oleh oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk diperjualbelikan kembali secara ilegal.

“Jadi harapan kita, semua pihak bisa saling menyadari. Pihak SPBU juga harus memberikan batasan pengisian BBM sesuai dengan keperluan yang wajar, jangan sampai antrean justru didominasi oleh oknum-oknum tertentu,” tegas Sumadi.

Ia berharap, kombinasi antara kesadaran masyarakat konsumen dan ketegasan dari pihak manajemen SPBU dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif. Dengan demikian, distribusi BBM kepada masyarakat tetap dapat berjalan lancar tanpa harus mengorbankan hak-hak para pengguna jalan lainnya.

(adv/dprd26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.