DPUPR Berau Keruk Sedimen Drainase di Jalan Gatot Subroto

oleh -23 views
Pengerukan sedimen lumpur di saluran drainase. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan pengerukan sedimen lumpur di saluran drainase Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bedungun, Selasa (19/5/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya cepat mengantisipasi banjir dan genangan air saat curah hujan tinggi.

Pengerukan dilakukan di sepanjang jalur depan Gang Jeruk hingga depan kantor DPRD Berau dengan mengerahkan 14 personel lapangan.

Kepala DPUPR Kabupaten Berau, Fendra, mengungkapkan bahwa proses pengerukan terpaksa dilakukan secara manual. Meski memiliki armada mobil penyedot lumpur, kondisi sedimentasi di lokasi tersebut sudah sangat padat dan mengeras. Selain itu, armada penyedot milik dinas saat ini sedang dalam perbaikan dan mengalami keterbatasan sumber daya manusia (SDM) .

“Mobil penyedot lumpur hanya bisa bekerja jika material tanahnya sudah mencair. Sementara sedimentasi di sini sebagian sudah mengeras, jadi petugas harus turun langsung menggunakan cangkul dan sekop,” ujar Fendra.

Fendra menambahkan, ketebalan lumpur di drainase tersebut diperkirakan mencapai 60 hingga 70 sentimeter. Akibat keterbatasan ruang gerak, pengangkutan material terpaksa dilakukan secara bertahap.

DPUPR berharap pembersihan ini dapat memperlancar aliran air menuju saluran pembuangan, sehingga potensi dan ketinggian genangan air saat hujan bisa berkurang secara signifikan. Pihaknya juga akan terus memantau efektivitas pengerukan ini saat hujan turun kembali.

Solusi Jangka Panjang Jaring Kendala Anggaran

Meski pengerukan manual terus berjalan, Fendra menegaskan bahwa solusi permanen untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut adalah melakukan normalisasi Sungai Tarum, yang menjadi muara akhir dari aliran drainase Jalan Gatot Subroto. Namun, rencana tersebut masih terkendala masalah pendanaan.

“Persoalannya, kami belum mendapatkan alokasi anggaran untuk normalisasi Sungai Tarum. Padahal, normalisasi itu harus dilakukan menyeluruh sampai ke bagian belakang sungai besar,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.