Budaya Dayak Kenyah Penopang Pariwisata Bena Baru

oleh -16 views
Festival Lesung Osap yang dirangkaikan dengan peresmian Kantor Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung, Kamis (21/5/2026). foto Kominfo Berau

SAMBALIUNG, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah yang berbasis kearifan lokal. Salah satu wujud nyata dukungan tersebut terlihat pada gelaran Festival Lesung Osap yang dirangkaikan dengan peresmian Kantor Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung, Kamis (21/5/2026).

Agenda tahunan masyarakat Dayak Kenyah Badeng yang telah masuk dalam kalender wisata Kabupaten Berau ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Berau, Hendratno, yang hadir mewakili Bupati Berau.

Dalam sambutannya, Hendratno menegaskan bahwa Pemkab Berau sangat mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga adat istiadat. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat identitas Bena Baru sebagai kampung budaya.

“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya merawat adat istiadat dan kebudayaan asli suku Dayak di Kabupaten Berau. Besar harapan kami kegiatan ini dapat terus terselenggara dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujar Hendratno saat membacakan sambutan Bupati.

Lebih lanjut, Hendratno menyampaikan harapan Pemkab Berau agar Kampung Bena Baru terus eksis sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Timur. Melalui dukungan pemerintah, sektor pariwisata Berau diharapkan tidak hanya bertumpu pada pesona bahari, melainkan juga kekayaan tradisi, prosesi adat, dan tarian yang masih terjaga keasliannya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Pemkab Berau tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada PT Berau Coal atas sinerginya membangun Kantor Kampung Bena Baru melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kolaborasi antara pemerintah dan swasta ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat kampung.

Sementara itu, Kepala Kampung Bena Baru, Nyelung Jalin, mengapresiasi perhatian pemerintah daerah, salah satunya melalui perbaikan akses jalan berupa pengaspalan dan pengecoran yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga dan wisatawan.

Ketua Panitia, Yulius, menambahkan bahwa festival ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan, diisi dengan perlombaan olahraga tradisional, pentas seni, dan ditutup dengan upacara syukuran pasca-panen.

(adv/pem26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.