DPUPR Berau Akselerasi Ratusan Proyek Drainase dan Irigasi di Wilayah Kampung

oleh -330 views
Hendra Pranata

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau bersiap mengeksekusi ratusan paket proyek infrastruktur di bidang Sumber Daya Air (SDA). Pembangunan kali ini akan difokuskan langsung ke area pemukiman warga hingga ke wilayah perkampungan.

Kepala Bidang SDA DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengungkapkan bahwa pembenahan sektor drainase dan irigasi menjadi prioritas mutlak yang akan segera direalisasikan.

“Fokusnya masih di sektor drainase dan irigasi,” ujar Hendra saat dikonfirmasi mengenai arah kebijakan pembangunan SDA Berau, Jumat (22/5/2026).

Jumlah paket proyek yang akan digulirkan tergolong besar. Berdasarkan data yang terbuka untuk publik, proyek-proyek ini sengaja diarahkan untuk memperbaiki fasilitas dasar masyarakat, baik di wilayah pesisir maupun di gang-gang pemukiman padat.

Berikut adalah rincian paket proyek SDA Berau yang akan berjalan:

Paket Drainase: 190 paket (termasuk jasa konsultan).

Paket Irigasi: 74 paket.

Normalisasi Sungai: Salah satunya menyasar daerah Rinding, meski dalam skala kecil.

Hendra menambahkan, data lengkap mengenai sebaran lokasi proyek ini sudah diunggah secara transparan dan dapat diakses oleh masyarakat luas melalui portal Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP.

“Data komplitnya ada di sana (SiRUP), portalnya terbuka. Drainase ada 190 paket termasuk konsultannya, irigasinya 74 paket. Saya tidak hafal satu per satu lokasinya, tapi di sana lengkap,” jelas Hendra.

Mengingat banyaknya proyek drainase yang menyasar wilayah kampung dengan akses geografis yang menantang, ketepatan waktu penyelesaian menjadi perhatian utama. Berdasarkan target perencanaan awal, proyek-proyek tersebut diharapkan selesai pada bulan Agustus mendatang.

Namun, apakah target tersebut realistis di tengah potensi kendala pengiriman material ke lokasi kampung yang jauh? Menanggapi hal tersebut, Hendra memberikan jawaban yang realistis. Ia mengingatkan bahwa data yang tertera di SiRUP merupakan sebuah proyeksi matang, namun kondisi lapangan tentu memiliki dinamikanya sendiri.

“SiRUP ini kan kepanjangan dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan. Ada kata bijak manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan yang menentukan,” seloroh Hendra sembari tertawa.

Meski demikian, DPUPR Berau menegaskan komitmennya agar pengerjaan di lapangan berjalan optimal sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas.

“Tentu kita usahakan secepatnya agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi keterlambatan akibat distribusi material dari ibu kota kabupaten (Tanjung Redeb) ke kampung-kampung terpencil, DPUPR Berau telah menyiapkan strategi khusus. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan potensi material yang tersedia di sekitar lokasi proyek.

Namun, Hendra memberikan catatan tebal bahwa penggunaan bahan lokal sama sekali tidak boleh menurunkan standar kualitas pembangunan yang sudah ditetapkan.

“Kalau memungkinkan, kita pakai material yang dekat dengan lokasi kampung. Namun, kualitasnya tetap harus diperhatikan dan sesuai standar,” pungkas Hendra.

(hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.