Urusan Administrasi Belum Beres, Damkar Berau Keluhkan Kendala Rawat Armada

oleh -58 views
Unit kendaraan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau kini tengah menghadapi situasi dilematis terkait operasional kendaraan taktis mereka. Hal ini dipicu oleh belum adanya kejelasan mengenai peralihan status aset yang sebelumnya berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, membeberkan bahwa pihaknya kesulitan melakukan pemeliharaan resmi terhadap kendaraan lapangan yang saat ini digunakan. Kondisi tersebut lambat laun dikhawatirkan dapat mengancam keberlangsungan layanan penyelamatan bagi masyarakat.

Secara fungsional, seluruh unit kendaraan saat ini berada di bawah kendali dan digunakan penuh oleh personel Damkar untuk merespons berbagai laporan darurat. Namun secara administratif, aset tersebut belum resmi dialihkan. Akibatnya, anggaran pemeliharaan yang dimiliki Disdamkarmat tidak dapat dikucurkan secara legal untuk merawat armada tersebut.

“Untuk pengalihan masih berproses, kita masih menunggu dari Pak Sekda (Sekretaris Daerah). Sementara ini untuk pemeliharaan kami masih terkendala. Kalau masalah ini berlarut-larut dan berkepanjangan, ada potensi pelayanan kepada masyarakat bisa terganggu,” ungkap Rakhmadi, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, dampak dari ketidakjelasan status aset tersebut sudah mulai terlihat di lapangan. Beberapa unit kendaraan dilaporkan mulai mangkrak karena mengalami kerusakan. Jika armada dipaksakan tetap beroperasi tanpa perawatan berkala yang memadai, ia mengkhawatirkan adanya risiko fatal saat penanganan sirkulasi darurat.

“Secara fungsional saat ini kami yang menggunakan, tetapi kami tidak bisa memeliharanya menggunakan anggaran resmi,” tambahnya.

Untuk menyiasati kondisi darurat ini, para petugas di lapangan terpaksa mengambil inisiatif mandiri. Mulai dari pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM), penggantian oli, hingga perbaikan kerusakan kecil sering kali menggunakan dana swadaya agar armada tetap bisa bergerak mencari lokasi kejadian.

“Misalkan ada kebakaran, atau ada permintaan evakuasi tawon dan ular, apakah tidak kami gerakkan? Layanan publik harus tetap berjalan. Tapi di sisi lain, kami terkendala perawatan karena aset belum dilimpahkan,” jelas Rakhmadi.

Masalah hambatan administrasi ini diakui telah dilaporkan secara resmi kepada Sekda Berau. Pihaknya berharap proses birokrasi pengalihan aset ini dapat segera rampung dalam waktu dekat.

Kendati dibayangi keterbatasan fasilitas yang prima, Rakhmadi menegaskan bahwa Disdamkarmat Berau berkomitmen penuh untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama armada yang ada masih mampu dioperasikan. Pihaknya berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret sebelum operasional pelayanan benar-benar terhambat total.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.