Hilang Lima Hari di Hutan Mera’ang, Dua Warga Labanan Ditemukan Begini

oleh -4,460 views
Setelah dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan.

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Setelah sempat dinyatakan hilang selama beberapa hari di kawasan hutan Kampung Mera’ang Kilometer 19, Kecamatan Sambaliung, dua warga Kampung Labanan Makmur akhirnya berhasil ditemukan tim gabungan, Rabu (27/5/2026).

Kedua orang itu diketahui bernama Paharudin (57) dan Sawaludin (44). Keduanya sebelumnya dilaporkan hilang kontak usai masuk ke kawasan hutan bersama seorang anggota keluarga lainnya pada Minggu (24/5/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Nofian Hidayat, mengatakan laporan pertama diterima Posko Damkar Labanan dari seorang warga bernama Parhan, yang merupakan keluarga korban.

“Informasi awal disampaikan bahwa dua anggota keluarganya belum kembali dari kawasan hutan Mera’ang KM 19,” ujar Nofian.

Berdasarkan keterangan Marzoan, keponakan korban yang ikut masuk ke hutan, mereka bertiga awalnya melakukan perjalanan bersama menuju kawasan tersebut. Namun setelah beberapa hari berada di dalam hutan, Marzoan berhasil keluar lebih dulu, sementara kedua korban lainnya tidak diketahui keberadaannya.

“Menurut kesaksian Marzoan, mereka bertiga masuk bersama ke hutan. Setelah lima hari, hanya dia yang berhasil keluar dan pulang, sedangkan dua lainnya tertinggal di dalam kawasan hutan,” jelasnya.

Sebelum laporan resmi diterima petugas, warga bersama keluarga sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar pondok tempat korban terakhir terlihat. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Operasi pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan unsur gabungan dari Disdamkarmat, Pos Polisi Labanan, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat sekitar. Tim menyisir area hutan di jalur Mera’ang KM 19 hingga wilayah pedalaman yang diduga menjadi lintasan korban.

“Hingga Selasa sore, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” kata Nofian.

Setelah proses pencarian intensif selama beberapa hari, tim akhirnya berhasil menemukan kedua korban di kawasan sungai Kampung Inaran. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 30 kilometer dari titik awal pondok tempat mereka dilaporkan hilang.

Saat ditemukan, kondisi kedua korban selamat meski mengalami kelelahan akibat minimnya logistik selama berada di dalam hutan.

“Satu korban dalam kondisi cukup sehat, sementara satu lainnya terlihat lemah karena kelelahan dan kekurangan bekal makanan,” ungkapnya.

Usai dievakuasi dari lokasi penemuan, kedua korban langsung dibawa menuju Puskesmas Labanan menggunakan kendaraan operasional untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemulihan kondisi.

Peristiwa ini sempat menjadi perhatian warga Labanan dan sekitarnya, mengingat medan hutan di kawasan Mera’ang dikenal cukup berat dan minim akses komunikasi. (ton/esf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.