Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Berau Tegaskan Pancasila Jangkar Moral Bangsa di Tengah Gejolak Global

oleh -52 views
Bupati Berau pimpin upacara Hari Kelahiran Pancasila.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Berau, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bertindak sebagai inspektur upacara.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Berau Gamalis, Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai elemen peserta upacara dari instansi pemerintah, TNI-Polri, hingga organisasi kemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sri Juniarsih membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujarnya.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan relevansi nilai-nilai Pancasila tidak hanya dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Menurutnya, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, konflik, dan ancaman fragmentasi sosial, Indonesia tetap menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat dirawat dalam bingkai persatuan.

“Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan. Pancasila adalah jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi bagian dari Pancasila, lanjutnya, merupakan instrumen penting dalam diplomasi internasional untuk menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.

“Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran Indonesia dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas menunjukkan komitmen nyata Indonesia terhadap perdamaian dunia,” ungkapnya.

Di akhir amanat, Sri Juniarsih mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam persatuan, dan kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” pungkasnya. (ton/esf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.