Dispusip Berau Gencarkan Promosi Kafe Literasi yang Hits dan Santai

oleh -111 views
Kepala Dispusip Rabiatul Islamiah

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau terus menelurkan inovasi segar demi mendongkrak minat baca di kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Salah satu gebrakan yang kini tengah digencarkan adalah optimalisasi dan promosi Kafe Literasi, sebuah wadah membaca yang representatif dan kekinian.

Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah, mengungkapkan bahwa fasilitas ini dihadirkan sebagai alternatif tempat membaca yang lebih santai dan fleksibel, mendobrak citra ruang perpustakaan konvensional yang kaku. Meski sudah beroperasi cukup lama, Dispusip berkomitmen untuk terus meningkatkan standar layanan dan memperluas promosi agar fasilitas ini semakin ramah dan dikenal luas oleh masyarakat Bumi Batiwakkal.

“Fungsi Kafe Literasi ini sebenarnya sudah lama berjalan. Namun, momen ini kami manfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitasnya, mulai dari melengkapi persyaratan fasilitas kafe hingga menggencarkan promosi. Ini langkah segera kami agar masyarakat semakin tahu dan tertarik berkunjung,” ujar Rabiatul.


Konsep Cozy: Membaca Santai Ditemani Kuliner

Menjawab kebutuhan generasi masa kini yang menyukai suasana kerja dan belajar yang nyaman (cozy), Kafe Literasi didesain dengan konsep yang rileks. Pengunjung tidak hanya disuguhi ‘jendela dunia’ melalui koleksi buku yang beragam, tetapi juga dapat memesan aneka sajian makanan ringan hingga makanan berat yang tersedia di area kafe.

Untuk menjaga kenyamanan seluruh pengunjung, Rabiatul menjelaskan bahwa tata ruang Kafe Literasi dibuat sangat adaptif dengan memisahkan dua zona utama:

Zona Indoor (Ruang Dalam): Dikhususkan bagi pengunjung, pelajar, atau mahasiswa yang membutuhkan konsentrasi penuh. Ruangan ini didesain tenang dan bebas dari kebisingan.

Zona Outdoor (Ruang Luar): Disediakan bagi mereka yang ingin membaca dengan atmosfer lebih santai sambil menikmati camilan dan kopi.

Hebatnya lagi, fasilitas ini sangat mendukung produktivitas hingga malam hari.

“Jadi pada saat masyarakat—baik itu anak sekolah maupun mahasiswa—membutuhkan ruang perpustakaan di waktu tertentu, kami siap akomodasi. Bahkan pada momen tertentu, kafe ini buka hingga pukul 24.00 WITA,” ungkapnya.

Jemput Bola Lewat Promosi dan Kolaborasi
Demi mendongkrak angka kunjungan secara signifikan, Dispusip Berau telah menyiapkan strategi promosi yang masif dan terukur. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menerapkan sistem ‘jemput bola’, yaitu mengundang secara aktif pihak sekolah, universitas, hingga berbagai komunitas masyarakat untuk menjajal langsung keseruan membaca di Kafe Literasi.

Sejauh ini, Rabiatul menilai indeks literasi masyarakat di Kabupaten Berau, khususnya di sektor pendidikan, menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini dibuktikan dengan tingginya antusiasme sejumlah sekolah yang secara mandiri bersurat dan mengajukan permohonan untuk melakukan kunjungan langsung ke perpustakaan.

Dengan hadirnya Kafe Literasi yang semakin estetik dan fungsional ini, Dispusip Berau berharap budaya membaca dapat bergeser menjadi sebuah gaya hidup (lifestyle) yang menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.