Berburu Inovasi Teknologi Agraris

oleh -33 views
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Kontingen PENAS XVII,. foto Kominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menginstruksikan Kontingen PENAS XVII Berau untuk menjadikan ajang nasional di Gorontalo sebagai momentum berburu inovasi teknologi. Langkah ini dinilai mendesak guna melakukan lompatan besar pada sistem produksi pertanian dan perikanan di Bumi Batiwakkal agar lebih modern serta bernilai jual tinggi.

Arahan tegas tersebut disampaikan Bupati saat melepas secara resmi puluhan delegasi Kabupaten Berau di Ruang Sangalaki Kantor Bupati Berau, Rabu (10/6/2026). Acara pelepasan ini turut dihadiri jajaran kepala perangkat daerah terkait beserta perwakilan TP PKK Berau.

Menurut Sri Juniarsih, Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang digelar pada 20–25 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo harus dimanfaatkan sebagai wadah transfer ilmu. Peserta dituntut aktif membedah berbagai terobosan mutakhir, mulai dari penerapan smart farming hingga sistem budidaya perikanan ramah lingkungan yang telah sukses diterapkan di wilayah lain.

“PENAS XVII bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan pusat inovasi sektor agraris dan kelautan nasional. Saya meminta seluruh kontingen jeli melihat peluang, lalu menyerap ilmu mekanisasi, pengolahan pascapanen, hingga tata kelola distribusi yang lebih taktis untuk dibawa pulang ke Berau,” ungkap Bupati.

Investasi SDM Jadi Prioritas
Meski saat ini pemerintah daerah tengah menjalankan kebijakan efisiensi anggaran, Sri Juniarsih memastikan bahwa investasi terhadap peningkatan kapasitas SDM berbasis teknologi tetap menjadi prioritas utama. Sektor pangan dinilai membutuhkan sentuhan kreativitas baru agar pengelolaan potensi alam Berau yang melimpah tidak lagi mengandalkan pola tradisional.

Lebih lanjut, kepala daerah perempuan pertama di Berau ini menargetkan para peserta yang berangkat dapat menjadi motor penggerak sektor riil setibanya kembali ke daerah.

“Begitu kembali ke Bumi Batiwakkal, saudara sekalian wajib menjadi agen perubahan. Sebarkan formula inovasi yang didapat kepada kelompok-kelompok usaha lokal, sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani maupun nelayan kita meningkat tajam,” pungkasnya.

Prosesi pelepasan kontingen ini ditandai dengan pengalungan tanda pengenal kepada perwakilan peserta secara simbolis serta penyerahan bendera pataka kepada ketua kontingen, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

(adv/kom26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.