Modernisasi Pangan Jadi Prioritas Berau

oleh -42 views
Bupati Berau pada acara pelepasan peserta Penas Petani Nelayann XVII. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas tetap menaruh komitmen besar pada modernisasi sektor pangan. Saat melepas kontingen PENAS XVII di Ruang Sangalaki, Rabu (10/6/2026), ia meminta para peserta pulang membawa formula inovasi mutakhir untuk mengubah pola kerja tradisional sektor pertanian dan kelautan Berau menjadi berbasis teknologi.

Langkah ini menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang bagi Pemerintah Kabupaten Berau dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor unggulan daerah.

“Kebijakan efisiensi anggaran sedang kita jalankan, namun komitmen untuk memperkuat sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama daerah. Pengiriman kontingen ini adalah bukti nyata investasi kita pada masa depan pangan Berau,” ungkap Sri Juniarsih.


Serap Formula Inovasi Nasional

Bupati menjelaskan, Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang akan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo merupakan wadah ilmiah yang sangat strategis. Forum tersebut mengintegrasikan pertemuan antara pelaku usaha, penyuluh, serta pakar pertanian dari seluruh penjuru tanah air.

Oleh karena itu, kontingen Berau diinstruksikan tidak hanya sekadar hadir, melainkan harus proaktif membedah sistem kerja modern daerah lain yang telah berhasil menaikkan nilai jual komoditas.

“Saya meminta saudara sekalian jeli membangun jejaring komunikasi. Gali informasi sedalam-dalamnya dan serap berbagai terobosan teknologi, mulai dari sistem tanam, mekanisasi alat, hingga pengelolaan pascapanen perikanan yang lebih efektif. Kita harus membawa pulang ilmu yang aplikatif,” pesannya.

Menjadi Penggerak di Daerah
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam Berau yang melimpah memerlukan sentuhan pembaruan agar mampu memberikan kesejahteraan optimal bagi masyarakat. Pola-pola konvensional harus mulai bergeser ke arah pemanfaatan teknologi tepat guna.

Ia menaruh harapan besar agar seluruh delegasi yang berangkat mampu memikul tanggung jawab pasca-kegiatan.

“Setelah kembali ke Bumi Batiwakkal, jadilah agen perubahan. Bagikan ilmu, formula inovasi, dan pengalaman baru tersebut kepada kelompok tani, kelompok nelayan, maupun masyarakat luas. Dengan begitu, dampak dari kegiatan nasional ini bisa dirasakan secara nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.