Diskoperindag Berau Petakan Basis Data 10 Komoditi Unggulan IKM

oleh -104 views
Kerjasama Diskoperindag Berau dengan Tim Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda . foto Kominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Berau berkolaborasi dengan Tim Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Kerja sama ini bertujuan menyusun kajian komprehensif serta basis data Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang berbasis pada 10 komoditi unggulan daerah.

Agenda ini dibuka secara resmi oleh Kepala Diskoprindag Berau, Eva Yunita, di ruang rapat lantai 2 Kantor Diskoperindag pada Kamis (11/6/2026). Pertemuan dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta perwakilan Pejuang Sigap. Langkah strategis ini diambil demi menjamin ketersediaan informasi yang akurat, guna mempermudah perancangan program pembinaan, pendampingan, serta pengembangan usaha yang tepat sasaran di seluruh wilayah Bumi Batiwakkal.

Dalam arahannya, Eva Yunita menjelaskan bahwa IKM merupakan pilar utama perekonomian nasional yang memiliki ketahanan kuat terhadap fluktuasi ekonomi. Di Kabupaten Berau, sektor ini memegang andil besar dalam memeratakan kesejahteraan masyarakat, menyerap tenaga kerja lokal, dan meningkatkan nilai jual kekayaan alam daerah. Selaras dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014, pengembangan IKM diarahkan agar lebih kompetitif dan berbasis inovasi, dengan dukungan dari Sistem Informasi Industri Nasional.

Kabupaten Berau sejatinya menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah, mencakup sektor perhutanan, perkebunan, kelautan, hingga pariwisata. Sayangnya, selama ini sebagian besar komoditi masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonominya justru dinikmati pihak luar. Tantangan lain yang masih membayangi pelaku usaha lokal meliputi keterbatasan keterampilan pengolahan, pemanfaatan teknologi yang masih konvensional, serta minimnya data terstruktur mengenai kondisi riil pelaku usaha di setiap sektor komoditi.

Melalui kajian ini, pemerintah telah menetapkan 10 komoditi prioritas yang tersebar di 13 kecamatan. Komoditi tersebut meliputi olahan ikan laut, kelapa sawit, karet, lada, kakao, produk kayu dan mebel, kerajinan rotan dan bambu, olahan buah tropis, tanaman obat, serta rumput laut. Data yang terhimpun nantinya menjadi acuan utama untuk memetakan kebutuhan spesifik tiap usaha, mulai dari pelatihan teknis, standardisasi mutu produk, hingga perluasan akses permodalan dan pemasaran.

Eva Yunita menambahkan, posisi geografis Berau sebagai salah satu pintu gerbang Kalimantan Timur dan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan peluang pasar yang sangat menjanjikan.

“Dengan data yang valid, kami bisa merumuskan kebijakan yang lebih presisi. Ke depan, kami juga siap memfasilitasi promosi melalui berbagai ajang pameran sekaligus menyediakan gerai khusus untuk menampilkan produk-produk karya IKM agar pasarnya semakin luas,” pungkasnya.

(adv/kom26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.