Kawinkan Program Kesehatan Lingkungan dengan Intervensi Stunting.

oleh -217 views
Orientasi inovasi gerakan masyarakat mandiri dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai strategi mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Berau. Di Hotel Mercure, Tanjung Redeb. Selasa (7/7/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menegaskan komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui percepatan penurunan angka stunting. Salah satu strategi mutakhir yang diusung adalah mengawinkan program kesehatan lingkungan dengan intervensi stunting.

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said, saat membuka kegiatan Orientasi Inovasi Gerakan Masyarakat Mandiri dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Hotel Mercure, Tanjung Redeb, Selasa (7/7/2026). Hadir membuka acara mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Sekda Said menyerukan pentingnya sinergi lintas sektor demi masa depan generasi Berau.

Dalam sambutannya, Sekda Muhammad Said meluruskan pandangan umum masyarakat yang sering kali mengartikan stunting hanya dipicu oleh kurangnya asupan gizi semata. Menurutnya, persoalan stunting jauh lebih kompleks dan berkelindan erat dengan faktor lingkungan sekitar.

“Kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik, pengelolaan sampah yang belum optimal, akses air bersih, pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pola pengasuhan anak menjadi faktor penentu kualitas tumbuh kembang anak,” jelas Said di hadapan para peserta orientasi.

Ia memaparkan alur keterkaitan antara sampah dan stunting. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi sumber pencemaran lingkungan sekaligus sarang penyakit infeksi. Jika anak-anak terus-menerus mengalami infeksi, proses penyerapan gizi dalam tubuh mereka otomatis akan terganggu, yang pada akhirnya meningkatkan risiko stunting.

“Oleh sebab itu, menjaga lingkungan tetap bersih bukan hanya soal estetika kebersihan, tetapi juga merupakan investasi vital bagi kesehatan generasi masa depan kita,” ungkapnya lugas.

Melalui momentum orientasi ini, Pemkab Berau mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, dan membangun komitmen bersama yang solid. Said mengingatkan bahwa urusan stunting adalah kerja kolektif.

“Penanggulangan stunting adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas sektor kesehatan semata,” tegas Said.

Pemkab Berau menaruh harapan besar agar kegiatan orientasi ini segera melahirkan komitmen kuat yang diwujudkan dalam aksi nyata di setiap kampung, kelurahan, hingga kecamatan. Pihak kecamatan dan desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak di wilayahnya masing-masing.

“Mari kita dorong gerakan masyarakat yang mandiri dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong demi menciptakan lingkungan yang sehat,” ajak Sekda Berau di akhir sambutannya.

Said meyakini, apabila seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bergerak bersama secara konsisten, maka target penurunan stunting di Kabupaten Berau sangat realistis untuk dicapai. Langkah konkret ini menjadi fondasi penting untuk mempersiapkan generasi Berau yang unggul, berkualitas, dan siap melanjutkan roda pembangunan daerah.

(Adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.