Atasi Stunting Lewat Pengelolaan Sampah, Dinkes Berau Gandeng TP-PKK Gencarkan Intervensi Sensitif

oleh -35 views
Kadis Kesehatan Lamlay Sari

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berinovasi dalam mendobrak tantangan nasional demi membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu fokus utamanya adalah percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan yang unik dan terintegrasi, yakni melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Strategi ini dibahas secara mendalam dalam agenda orientasi inovasi gerakan masyarakat mandiri yang digelar di Hotel Mercure, Tanjung Redeb, pada Selasa (7/7/2026).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie, menegaskan bahwa penanganan stunting saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Menurutnya, keberhasilan program ini justru didominasi oleh faktor lingkungan dan perilaku.

“Stunting masih menjadi salah satu tantangan transnasional dan nasional terbesar dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas. Pembangunan (penurunan) stunting tidak hanya bertumpu pada intervensi spesifik (sektor kesehatan), melainkan juga sangat dipengaruhi oleh intervensi sensitif (non-kesehatan),” tegas Lamlay Sarie dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Lamlay menjelaskan bahwa intervensi sensitif non-kesehatan ini memegang porsi yang sangat besar, yakni berkontribusi hingga 70 persen terhadap kesuksesan penurunan angka stunting. Di sinilah pengelolaan sampah rumah tangga yang teratur dan penyediaan sanitasi lingkungan yang sehat memegang peranan krusial.

Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat tersebut, Lamlay menyatakan bahwa perlu ada sinergi yang kokoh dari tingkat kabupaten, kelurahan, hingga ke tingkat kampung. Secara khusus, Dinkes Berau menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sebagai ujung tombak gerakan di lapangan.

“Kolaborasi ini sangat penting, melibatkan TP-PKK sebagai motor penggerak masyarakat yang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran, mengedukasi, serta memfasilitasi berbagai perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan,” tambahnya.

Melalui pertemuan advokasi dan koordinasi yang digelar ini, Lamlay berharap seluruh pihak dapat membangun komitmen nyata serta aksi kolaboratif yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Kehadiran kader PKK diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga demi menciptakan lingkungan yang higienis bagi tumbuh kembang anak.

“Muara dari program ini adalah terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman stunting,” cetus Lamlay optimis.

Dengan keterlibatan aktif TP-PKK dan seluruh lapisan kelembagaan hingga tingkat kampung, Kepala Dinkes Berau ini meyakini Kabupaten Berau akan mampu menciptakan lingkungan bersih sebagai pilar utama untuk mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.