Nelayan Berau Wajib Pakai Aplikasi XStar untuk BBM Subsidi

oleh -200 views
Nelayan

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Sistem manual dalam pengurusan surat rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan di Kabupaten Berau kini resmi dialihkan ke sistem digital. Dinas Perikanan (Diskan) Berau mewajibkan seluruh nelayan menggunakan aplikasi XStar sebagai tindak lanjut instruksi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih, menegaskan bahwa langkah digitalisasi ini diambil untuk menjamin agar penyaluran BBM bersubsidi di Bumi Batiwakkal bisa lebih tepat sasaran.

“Saat ini penerbitan rekomendasi BBM subsidi wajib lewat aplikasi XStar sesuai aturan BPH Migas. Kami sedang gencar melakukan sosialisasi. Jika sebelumnya pengurusan manual masih ditoleransi, sekarang sistem tersebut sudah dikunci dan tidak bisa lagi,” jelas Yunda.

Untuk bisa mengakses aplikasi XStar, para nelayan wajib mengantongi Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) sebagai identitas resmi. Mekanismenya, nelayan melakukan registrasi menggunakan Kartu Kusuka, dan setelah data terverifikasi, sistem akan menerbitkan sebuah barcode.

Barcode inilah yang menjadi landasan utama bagi Dinas Perikanan untuk mengeluarkan surat rekomendasi BBM subsidi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Walau berbasis aplikasi, wewenang penerbitan surat rekomendasi tetap berada di tangan Diskan Berau.

Oleh karena itu, Diskan tetap menyediakan layanan pendampingan langsung bagi nelayan yang masih kesulitan mengoperasikan aplikasi.

“Nelayan cukup datang membawa dokumen yang diperlukan, lalu petugas kami akan memandu. Pada Mei lalu, antusiasme sangat tinggi hingga 10 sampai 20 nelayan datang per hari. Saat ini kondisinya sudah lebih lengang, meski tetap ada yang datang untuk dibantu,” tambahnya.

Yunda memaparkan, aplikasi XStar sebenarnya sudah diperkenalkan sejak tahun lalu, bahkan telah melalui tahapan bimbingan teknis (bimtek). Namun, implementasi total secara digital baru benar-benar diwajibkan per Juni setelah BPH Migas menutup akses pengurusan manual.

Selama masa transisi, Diskan tidak menampik adanya kendala di lapangan, mulai dari faktor gagap teknologi (gaptek) di kalangan nelayan hingga persoalan jaringan internet yang tidak stabil di beberapa wilayah pesisir.

Meski begitu, Diskan berkomitmen untuk terus mengawal dan mendampingi para nelayan hingga mereka mandiri. Melalui sistem XStar ini, tata kelola distribusi BBM subsidi bagi nelayan di Berau diharapkan menjadi lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.