Disbudpar Berau Optimis Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Raih Status Nasional

oleh -53 views
Kadisbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, menyatakan optimisme tinggi terkait peluang sinergi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat (GSM) menembus status Geopark Nasional. Kolaborasi antara Kabupaten Berau dan Kutai Timur (Kutim) ini diyakini memiliki daya tawar yang sangat kuat.

Keyakinan tersebut menguat setelah jajaran Disbudpar mendampingi langsung tim verifikator dalam peninjauan lapangan serta agenda bedah dokumen pendukung yang berlangsung intensif.

Yudha Budisantosa menjelaskan bahwa perpaduan potensi alam antara dua kabupaten bertetangga ini saling melengkapi, baik secara spasial maupun karakteristik geologis.

“Perpaduan Kutim dan Berau itu sangat baik. Kutim kuat di geosite karst pegunungan dengan goa-goa yang sangat banyak, termasuk budayanya. Sementara Berau unggul di wilayah pesisir serta kepulauan, dengan pengembangan ekonomi, pariwisata, dan geosite yang sudah jauh lebih berkembang. Jadi pegunungan bertemu pesisir, ini kombinasi yang luar biasa,” ungkap Yudha.

Kantongi 26 Usulan Geosite
Secara geologi, kualitas batuan dan keanekaragaman hayati (geodiversity) di kawasan ini sudah tidak diragukan, terlebih dengan adanya komitmen menjaga kelestarian hutan lindung. Secara keseluruhan, terdapat 26 usulan geosite yang diajukan, terdiri dari:

15 Geosite di wilayah Kabupaten Berau.

11 Geosite di wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Meski tim verifikator tidak sempat mengunjungi seluruh titik akibat keterbatasan waktu, Yudha memastikan penilaian tetap berjalan menyeluruh dan mendalam berbasis dokumen administrasi.

“Tadi malam kami membedah dokumen dan data pendukung satu per satu sampai pukul setengah empat dini hari. Memang ada beberapa catatan perbaikan dan data dukung yang harus dilengkapi atau disusun ulang,” jelasnya.

Pihaknya diberikan waktu selama satu bulan ke depan untuk merampungkan seluruh kekurangan dokumen tersebut. Yudha yakin, jika proses ini berjalan lancar, gerbang menuju status geopark nasional akan terbuka lebar sebelum nantinya melangkah ke tingkat global (UNESCO Global Geopark).

Mengacu Tiga Pilar Utama
Lebih lanjut, Yudha menekankan bahwa indikator penilaian geopark tidak hanya bertumpu pada keunikan batuan semata, melainkan menyentuh aspek yang jauh lebih kompleks.

“Penilaiannya sangat komprehensif. Mulai dari upaya pelestarian kawasan, penerapan di dunia pendidikan lewat hasil penelitian, hingga keterlibatan masyarakat lokal dalam pemanfaatan ekonomi. Rekam jejak promosi dan kinerja tim pengelola juga diukur secara ketat. Intinya ada tiga pilar utama yang dinilai: kelestarian, ekonomi, dan budaya,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.