Inovasi Perikanan, Berau Rilis Produk Kaleng Premium

oleh -107 views
Pengalengan ikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Tanjung Batu. foto dok Diskan Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam memaksimalkan potensi kelautan daerah. Tidak lagi sekadar mengandalkan penjualan ikan segar, Dinas Perikanan (Diskan) Berau berkolaborasi dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Tanjung Batu untuk meluncurkan produk olahan ikan kaleng premium.

Produk inovatif ini tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memiliki daya simpan hingga tiga tahun tanpa menggunakan bahan pengawet kimia.

Langkah hilirisasi ini dinilai sangat strategis. Berbeda dengan komoditas ikan segar yang harus segera terjual habis di tingkat pengecer agar tidak membusuk, produk pengalengan memberikan solusi penyimpanan jangka panjang sekaligus memberikan nilai tambah (added value) yang signifikan bagi sektor perikanan lokal.

Kembangkan Tujuh Varian Produk Pengalengan
Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono, menjelaskan bahwa saat ini kolaborasi tersebut tengah mengembangkan sedikitnya tujuh varian produk pengalengan berbasis potensi lokal.

“Ada tuna suwir, tuna mercon pedas, balelo, hingga kerang dara. Bahan-bahan ini ketika dikemas dalam produk pengalengan mempunyai nilai tambah yang besar,” ujar Budiono.

Dengan kemasan yang modern dan higienis, produk-produk ini diharapkan dapat mengubah wajah industri perikanan Berau dari sektor hulu tradisional menuju sektor hilir yang siap bersaing di pasar modern.

Teknologi Sterilisasi Tanpa Pengawet dan Kulkas
Daya tarik utama dari produk olahan kaleng premium ini terletak pada standar pengolahannya yang ketat. Budiono menegaskan bahwa seluruh proses pengemasan dipastikan menggunakan standar teknologi pangan yang higienis untuk menjamin kualitas dan keamanan konsumen.

Keunggulan produk ini didapat melalui metode sterilisasi khusus yang berbasis pada uji ilmiah, sehingga produk tetap aman dikonsumsi dalam jangka panjang meski disimpan pada suhu ruangan biasa.

“Pengalengan ini berbasis dengan uji F0 (kecukupan panas untuk sterilisasi) dan uji logam berat. Ketika nilai F0 memenuhi standar uji titik panas dan bebas logam berat, produk bisa bertahan kurang lebih tiga tahun tanpa bahan pengawet. Ini andalan dari sisi premium; tidak perlu dimasukkan ke kulkas, cukup disimpan di suhu ruangan,” jelas Budiono.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan ini, Pemkab Berau optimistis produk kuliner khas Bumi Batiwakkal tersebut siap bersaing di jejaring pasar modern sebagai pilihan kuliner yang praktis, sehat, dan premium.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.