Festival Neppa Pade Warnai Deklarasi STBM 5 Pilar Inaran

oleh -25 views
Kepala Kampung Inaran Amirullah menyerahkan potongan Puncak Rasul kepada Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Berau, Maulidiyah disaksikan anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK pada HUT Kampung Inaran. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Kemeriahan mewarnai Pembukaan Festival Budaya Neppa Pade dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-258 Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Selasa (21/7/2026). Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian adat tradisi, tetapi juga menandai momen bersejarah atas keberhasilan Kampung Inaran di bidang kesehatan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Berau memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival tersebut. Perayaan disemarakkan dengan parade pawai budaya, perlombaan tari, permainan tradisional, hingga beragam pertunjukan seni daerah. Festival ini sekaligus menjadi sarana mempererat ikatan persaudaraan antar-masyarakat adat serumpun, meliputi Kampung Inaran, Merabu, Mapulu, Merapun, dan Panaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK, anggota DPRD Berau Gideon Andris, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, serta para Kepala Kampung dan tokoh adat setempat.

Mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Berau, Maulidiyah, mengarahkan Kampung Inaran untuk terus melangkah menuju status kampung budaya secara berkelanjutan.

“Kebudayaan adalah aset krusial dan fondasi utama pembangunan daerah yang harus dirawat demi generasi mendatang. Karenanya, kami selaku pemerintah daerah akan senantiasa memberikan dukungan, sebagaimana komitmen kami memajukan kampung dan kebudayaan,” ujar Maulidiyah.

Ia menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak—mulai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pihak Kesultanan, kelompok pengelola pariwisata, hingga masyarakat luas—guna menjaga kelestarian warisan tradisi di Kabupaten Berau.


Ukir Sejarah STBM 5 Pilar Pertama di Berau

Momen perayaan Hari Jadi ini semakin bermakna dengan digelarnya peresmian deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dari total 110 kelurahan dan kampung di Kabupaten Berau, Kampung Inaran berhasil mengukir sejarah sebagai kampung pertama yang sukses meraih dan mendeklarasikan STBM 5 Pilar secara penuh, sekaligus menjadi yang kedua di Provinsi Kalimantan Timur.

Pencapaian ini mengacu pada Instruksi Bupati Berau Nomor 1 Tahun 2017, yang mencakup lima pilar utama kesehatan lingkungan:

Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free),

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS),

Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMRT),

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), serta

Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT).

Menurut Maulidiyah, keberhasilan Kampung Inaran yang saat ini berstatus Kampung Maju tidak terlepas dari komitmen kuat kepala kampung, pengawasan kecamatan, serta kolaborasi lintas sektor—termasuk dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan partisipasi aktif seluruh warga.

“Pencapaian ini tentunya sangat berarti dan penting dalam tahapan mewujudkan Kabupaten Berau yang sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dengan perangkat daerah terkait dalam menerapkan STBM 5 Pilar di wilayah lain, sehingga seluruh kampung dan kelurahan di Berau menjadi lingkungan yang bersih, nyaman, aman, sehat, serta sejahtera.

“Pemkab Berau berharap pencapaian di bidang kebudayaan maupun kesehatan masyarakat ini dapat memicu semangat kampung-kampung lain di Berau untuk terus berinovasi dan berkontribusi demi terwujudnya Kabupaten Berau yang sehat, sejahtera, dan berbudaya,” pungkasnya.

Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Kampung
Sementara itu, Kepala Kampung Inaran, Amirullah, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas deklarasi bersejarah ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja sama solid antara pemerintah kampung, masyarakat, pemerintah daerah, serta pendampingan intensif dari pihak ketiga.

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama yang baik dari seluruh pihak. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kami bisa mendeklarasikan STBM 5 Pilar pertama di Kabupaten Berau dan yang kedua di Kalimantan Timur,” ungkap Amirullah.

Kendati demikian, Amirullah menegaskan bahwa deklarasi ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan momentum awal untuk terus memacu kualitas pembangunan desa secara menyeluruh.

“Ini tentu bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, kesehatan, kebersihan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat demi mewujudkan Kampung Inaran yang mandiri, sehat, dan berbudaya,” tutupnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.