Gandeng Seychelles, Diskan Berau Kembangkan Tambak dan Eduwisata Mangrove

oleh -108 views
Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) menyambut positif kunjungan kerja dan program pendampingan dari utusan negara Seychelles. Kerja sama ini difokuskan pada penerapan konsep Ekonomi Biru (Blue Economy), khususnya pengembangan tambak Very Low Spread Intensity Pond Fishery (Vlsipofisheri) untuk komoditas udang, bandeng, dan kepiting, serta potensi eduwisata mangrove.

Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono, menyampaikan bahwa Pemkab Berau siap memberikan dukungan penuh, termasuk penyediaan data peta dan luas lahan tambak potensial yang akan dikerjasamakan.

“Kami dari Dinas Perikanan menyiapkan data-data informatif terkait luas lahan tambak yang sangat potensial untuk dikerjasamakan bersama tim Seychelles melalui program Ekonomi Biru ini,” ujar Budiono.


Tingkatkan Pemberdayaan dan Penguatan Sumber Daya Lokal
Selain kesiapan lahan, Budiono menekankan pentingnya keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hal ini krusial agar dampak positif dari program kerja sama internasional ini dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan oleh warga pesisir.

“Kami berharap ada pemberdayaan masyarakat melalui dukungan Seychelles, baik dari sisi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan kelembagaan, hingga perluasan jejaring pasar—terutama untuk komoditas udang organik dan produk pendampingan Diskan bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN),” jelasnya.


Kolaborasi Lintas Sektor untuk Eduwisata Mangrove

Terkait wacana pengembangan eduwisata mangrove, Budiono menjelaskan bahwa pelaksanaannya akan melibatkan lintas sektor, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

Langkah koordinasi ini penting mengingat kawasan mangrove tersebut masuk dalam Zona Pemanfaatan Terbatas, yang mencakup Sub-Zona Budidaya Perikanan Berkelanjutan dan Wisata Ramah Lingkungan.

“Untuk eduwisata mangrove, kami berkoordinasi lintas sektor dengan rekan-rekan di Dinas Pariwisata. Karena lokasinya berada di zona pemanfaatan terbatas, prinsip dasarnya harus tetap mengedepankan budidaya perikanan yang berkelanjutan dan konsep wisata ramah lingkungan,” pungkas Budiono.

Sinergi ini diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi pesisir di Kabupaten Berau sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove tetap terjaga.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.