Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Sri Juniarsih Sentil Perusahaan dan Pengelolaan Sampah

oleh -22 views
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Berau yang berlangsung di Hotel Mercure Tanjung Redeb, Kamis (6/8/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Berau yang berlangsung di Hotel Mercure Tanjung Redeb, Kamis (6/8/2026), menjadi momentum penegasan aksi nyata bagi kelestarian alam secara berkelanjutan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara terbuka meminta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, hingga sektor swasta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan daerah.

Di tengah efisiensi dan keterbatasan anggaran pemerintah daerah, Sri Juniarsih menggarisbawahi pentingnya peran sektor swasta, khususnya perusahaan pertambangan dan perkebunan. Pihak swasta diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan usaha, tetapi juga bertanggung jawab memulihkan kondisi alam melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Perusahaan yang beroperasi di sini punya tanggung jawab mengembalikan keasrian Berau. Sinergi bersama dinas terkait untuk merehabilitasi bekas lahan tambang maupun perkebunan sangat dinantikan,” tegasnya.

Transisi Pariwisata dan Tantangan Kebersihan
Langkah pemulihan lingkungan ini sejalan dengan arah kebijakan daerah yang tengah bertransisi menuju pengembangan sektor pariwisata. Penerapan prinsip Sapta Pesona—khususnya aspek kebersihan dan keindahan—dinilai menjadi syarat mutlak yang harus dijalankan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan warga.

Saat ini, pengelolaan sampah dan penataan ruang hijau kota di Berau hanya ditopang oleh sekitar 40 petugas kebersihan dan pertamanan. Jumlah tersebut sangat terbatas apabila disandingkan dengan pesatnya pertumbuhan penduduk serta lonjakan kunjungan wisatawan.

“Pengelolaan lingkungan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan yang terbatas. Seiring meningkatnya arus wisatawan, kesadaran bersama menjadi kunci. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) beserta OPD terkait harus memperkuat sinergi,” ujarnya.


Insentif Dana Karbon dan Edukasi Sampah

Berau menjadi salah satu daerah yang menerima insentif dana karbon dari Bank Dunia, dengan manfaat yang telah disalurkan ke 77 desa dan 2 kelurahan. Keberhasilan ini menuntut komitmen berkelanjutan dalam menjaga kawasan hutan dan tutupan pohon.

Meski demikian, penanganan isu iklim diakui tidak berhenti pada aksi penghijauan, melainkan juga mencakup tata kelola sampah dari hulu.

Pemerintah daerah mengapresiasi dukungan lembaga swadaya seperti WWF yang membantu penyediaan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di kawasan strategis pariwisata, seperti Pulau Derawan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan berimbang dengan edukasi pemilahan sampah di tingkat tapak.

“Penghijauan merupakan prioritas karena Berau menjalankan program penyerapan karbon. Namun, penanganan sampah tetap menjadi fokus utama. Sekolah Adiwiyata dari jenjang SD hingga SMA perlu menjadi pelopor edukasi pemilahan sampah serta pemanfaatan teknologi praktis seperti biopori dan kompos,” pungkas Sri Juniarsih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.