Pemkab dan Warga Berau Gelar Salat Istisqa

oleh -33 views
Shalat Istisqo di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah. foto dij Diskominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dampak kemarau panjang yang memicu kabut asap serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kecamatan kian meresahkan. Merespons kondisi ekstrem tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama Forkopimda dan masyarakat menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, Rabu (19/8/2026) pagi.

Meskipun dipersiapkan secara mendadak, ibadah ini diikuti ratusan jamaah yang tampak khusyuk memohon penurunan hujan. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan besarnya kepedulian bersama atas situasi darurat iklim yang tengah melanda daerah.

“Pelaksanaan ibadah ini terbilang mendadak, namun antusiasme warga luar biasa. Hal ini menunjukkan kita semua menyadari bahaya kemarau panjang, krisis air, hingga penurunan kualitas udara akibat asap. Melalui doa bersama, kita berharap Kabupaten Berau segera dilimpahi rahmat hujan dan perlindungan,” ujar Gamalis.

Gamalis menyoroti betapa cuaca panas terik dan jelutong asap telah mengganggu aktivitas harian warga serta menurunkan kualitas hidup di ruang-ruang publik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperbanyak doa agar kondisi alam segera membaik.

“Kondisi alam saat ini sangat menuntut ketahanan kita bersama. Mumpung kita berkumpul dalam Salat Istisqa, kita memohon agar berkah hujan segera membasahi Bumi Batiwakkal dan membersihkan udara kita,” imbuhnya.

foto Toni Arman Dimensinews.id

Senada dengan Wabup, Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, menegaskan bahwa wilayahnya menjadi salah satu titik yang merasakan dampak cukup parah akibat karhutla dalam beberapa pekan terakhir.

“Kecamatan kami berhadapan langsung dengan ancaman karhutla yang terus meluas. Harapan besar kami, melalui ikhtiar spiritual ini, hujan deras segera turun untuk memadamkan sisa titik api sekaligus menurunkan suhu udara yang sangat menyengat,” tutur Edi.

Ikhtiar bersama ini diharapkan dapat melengkapi upaya teknis penanganan karhutla di lapangan, sehingga kualitas udara di Kabupaten Berau dapat kembali normal dan aman bagi kesehatan masyarakat.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.