Nekat Bakar Lahan untuk Kebun Sawit, Pria Berinisial BS Diamankan Polres Berau

oleh -126 views
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, dalam konferensi pers di Ruang Rupatama Mapolres Berau, Jumat (21/8/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Seorang pria berinisial BS ditangkap aparat Polres Berau akibat nekat membakar lahan untuk pembukaan perkebunan kelapa sawit di Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan. Aksi tersebut memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 12 hektare dengan perkiraan nilai kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

Penetapan status tersangka terhadap BS disampaikan langsung oleh Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, dalam konferensi pers di Ruang Rupatama Mapolres Berau, Jumat (21/8/2026).

AKBP Ridho menjelaskan, peristiwa kebakaran terdeteksi oleh Satgas Karhutla pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) serta pemeriksaan saksi dan barang bukti, polisi menyimpulkan adanya unsur kesengajaan.

“Tersangka mengaku menyulut api di lima titik terpisah dengan asumsi abu sisa pembakaran dapat menyuburkan tanah. Namun, angin kencang dan cuaca kering membuat api cepat membesar hingga melahap belasan hektare lahan di sekitarnya,” terang Kapolres.

Pengembangan di lapangan menunjukkan area yang terbakar masuk dalam wilayah konsesi PT Puji Sampurna, perusahaan pemanfaatan hasil hutan kayu. Namun, polisi menyatakan belum menemukan indikasi keterlibatan pihak perusahaan.

“Sejauh ini belum ada keterlibatan perusahaan. Kendati demikian, kami terus mendalami perkara ini. Jika ditemukan ada pihak yang memerintahkan aksi tersebut, akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk menghentikan sepenuhnya praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar. Selain merusak lingkungan, karhutla menimbulkan dampak masif seperti gangguan kesehatan, kelumpuhan aktivitas ekonomi, hingga ancaman keselamatan penerbangan. Warga juga diminta segera melaporkan ke pihak berwajib jika melihat aktivitas pembakaran lahan yang mencurigukan.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.