Penanganan Karhutla Berau, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Selama Lima Hari

oleh -92 views
Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, Tono Sumarsono,

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Sebagai respons atas tingginya potensi titik api (hotspot) di wilayah Kalimantan selama musim kemarau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dukungan penuh dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah penanganan kolaboratif ini dilaksanakan atas permintaan resmi Pemerintah Daerah Berau kepada Kepala BNPB dan Kepala BMKG guna menekan risiko kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas warga.

Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, Tono Sumarsono, menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah pusat bertujuan untuk menyokong upaya tanggap darurat daerah. Menurutnya, sinergi lintas sektor adalah kunci utama dalam mitigasi bencana.

“Kami hadir di sini untuk mendukung daerah. Bencana harus ditangani secara bersama-sama, baik oleh pusat, daerah, maupun pihak swasta,” ujar Tono.

Dalam pelaksanaannya, BNPB bekerja sama dengan pihak ketiga serta berkoordinasi erat dengan Direktorat Modifikasi Cuaca BMKG dan Stasiun Meteorologi Kalimarau. Terdapat beberapa teknis pelaksanaan OMC yang perlu diperhatikan:

Jadwal Operasi: Berlangsung selama lima hari, menyesuaikan dengan rekomendasi potensi awan dari BMKG.

Armada Pesawat: Menggunakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan 208D yang dipinjam sementara dari Kalimantan Selatan.

Kapasitas: Pesawat mampu mengangkut bahan semai hingga 1 ton dalam sekali terbang.

Mengenai mekanisme teknis harian, tim gabungan yang terdiri dari BNPB, pemerintah daerah, otoritas bandara, dan BMKG menggelar briefing rutin setiap pukul 10.00 WITA. Pemantauan potensi awan konvektif dilakukan secara intensif dari posko hingga sore atau malam hari.

“Begitu radar memantau adanya awan potensial, proses loading bahan semai ke dalam pesawat ditargetkan selesai maksimal 30 menit sebelum armada mengudara,” jelas Tono.

BNPB juga memastikan bahwa jika pasokan awal bahan semai sebanyak 10 ton habis di tengah operasi, pihaknya akan segera mendatangkan pasokan tambahan agar upaya pemadaman karhutla tidak terhambat.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.