Menhut Tinjau Eks Lokasi Karhutla Kampung Tumbit Melayu

oleh -64 views
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, tinjau dan evaluasi kondisi area terdampak sekaligus memastikan kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau. foto dok

TELUK BAYUR, DIMENSINEWS – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, meninjau lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Rabu (26/8/2026).
Menhut Tinjau Eks Lokasi Karhutla Kampung Tumbit Melayu

BERAU, DIMENSINEWS – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, meninjau lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Rabu (26/8/2026).

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi area terdampak sekaligus memastikan kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau.

Didampingi Wakil Bupati Berau Gamalis, Menhut memeriksa kesiapan personel dan sarana prasarana Manggala Agni sebelum bergerak ke area bekas kebakaran. Agenda peninjauan ini turut dihadiri unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta jajaran OPD terkait.

Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat di Berau adalah untuk memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi bersama.

“Tema besar kami datang ke sini adalah mengantisipasi, mencegah, dan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Menhut.

Ia menjelaskan bahwa ancaman karhutla saat ini dipicu oleh fenomena perubahan iklim yang mempercepat dan memperkuat intensitas El Niño.

“Perubahan iklim itu nyata. Saat ini kita menghadapi El Niño dengan skala besar,” tegasnya.

Selain kerugian material dan kerusakan ekosistem, Menhut menyoroti dampak serius asap karhutla terhadap kesehatan publik, terutama ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan udara bersih dan sehat.

Menhut menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan warga lokal atas sinergi yang terbangun. Peninjauan ini diharapkan memperkokoh koordinasi lintas sektor dalam menekan risiko karhutla di Kabupaten Berau.
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi area terdampak sekaligus memastikan kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau.

Didampingi Wakil Bupati Berau Gamalis, Menhut memeriksa kesiapan personel dan sarana prasarana Manggala Agni sebelum bergerak ke area bekas kebakaran. Agenda peninjauan ini turut dihadiri unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta jajaran OPD terkait.

Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat di Berau adalah untuk memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi bersama.

“Tema besar kami datang ke sini adalah mengantisipasi, mencegah, dan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Menhut.

Ia menjelaskan bahwa ancaman karhutla saat ini dipicu oleh fenomena perubahan iklim yang mempercepat dan memperkuat intensitas El Niño.

“Perubahan iklim itu nyata. Saat ini kita menghadapi El Niño dengan skala besar,” tegasnya.

Selain kerugian material dan kerusakan ekosistem, Menhut menyoroti dampak serius asap karhutla terhadap kesehatan publik, terutama ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan udara bersih dan sehat.

Menhut menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan warga lokal atas sinergi yang terbangun. Peninjauan ini diharapkan memperkokoh koordinasi lintas sektor dalam menekan risiko karhutla di Kabupaten Berau.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.