Tinjau Karhutla Berau, Menhut Amankan Orangutan dan Genjot Operasi Modifikasi Cuaca

oleh -28 views
Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, tiba di Bandara Kalimarau. dan langsung bertolak ke lokasi Karhutla. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (26/8/2026) . Kunjungan ini bertujuan memastikan langkah pemadaman berjalan optimal sekaligus melindungi satwa langka, khususnya orangutan, dari ancaman kebakaran.

Menhut tiba di Bandara Kalimarau, didampingi Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni sekitar pukul 8.15 wita. Hadir dalam penyambutan tersebut Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Berau Gamalis, Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto, Dandim 0902/Berau Letkol Infanteri Muhammad Faisal Idris, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, Kepala BLU UPBU Kalimarau Patah Atabri, serta jajaran kepala OPD.

Menhut menegaskan pentingnya kolaborasi bersama aktivis lingkungan hidup dan organisasi konservasi lokal demi menjaga kelestarian ekosistem wilayah tersebut.

“Saya hadir untuk mengecek langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan rekan-rekan pencinta lingkungan. Kami ingin memastikan orangutan di Kalimantan Timur, khususnya Berau, aman dari ancaman karhutla,” tegas Raja Juli Antoni.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Kehutanan menggandeng yayasan Conservation Action Network (CAN) dengan menyediakan alokasi area reservasi khusus. Kawasan ini akan dikelola intensif untuk mencegah kebakaran serta menjadi lokasi pelepasliaran orangutan ke habitat alami.

“Kami berkoordinasi aktif dengan CAN, termasuk menyiapkan area reservasi agar pengawasan dan perawatan orangutan lebih maksimal,” terangnya.

Selain memantau kawasan terdampak karhutla yang telah berhasil dipadamkan, Menhut menyampaikan bahwa pemadaman udara terus dimaksimalkan melalui sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penanggulangan teknis di lapangan mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau penyemaian awan. Langkah ini dinilai sebagai metode paling efektif untuk memutus sebaran api selama ketersediaan awan memenuhi syarat.

“BMKG dan BNPB telah menjalankan OMC di Berau selama dua hari, dan operasi ini berlanjut hingga lima hari ke depan karena potensi awan hujan masih mencukupi. Kami sepakat memaksimalkan OMC selama potensi tersebut ada,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.