Kunjungi PRS Long Sam, Menteri Kehutanan Tegaskan Komitmen Kelestarian Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat

oleh -36 views
Menhut Raja Juli Antoni bersama Sekrpov Kaltim Sri Wahyuni, Wabup Gamalis dan masyarakat. foto dok

BERAU, DIMENSINEWS – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, meninjau Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam di Kampung Merasa, Kabupaten Berau, Rabu (26/8/2026). Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kemenhut setelah sebelumnya mengecek kesiapan Tim Terpadu Karhutla, Manggala Agni, serta meninjau lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Tumbit Melayu.

Dalam peninjauan tersebut, Menhut yang didampingi Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan pentingnya perlindungan dan rehabilitasi satwa liar, khususnya orangutan yang ada di kawasan Berau dan Kalimantan Timur.

Menurut Raja Juli Antoni, langkah pencegahan dan penanganan karhutla tidak hanya difokuskan pada keselamatan manusia, melainkan juga keberlanjutan habitat fauna endemik.

“Jangan sampai kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak negatif kepada masyarakat, tetapi juga berdampak kepada satwa, terutama orangutan yang menjadi kebanggaan Kalimantan Timur, kebanggaan Berau, bahkan kebanggaan dunia,” kata Raja Juli Antoni.

Ia menambahkan, potensi populasi orangutan di bentang alam kawasan tersebut diperkirakan mencapai 500 hingga 800 individu. Meningkatnya risiko karhutla pada musim kemarau menuntut pengawasan dan pengamanan ekstra di titik-titik rawan habitat satwa.

“Kita harus lakukan patroli. Manggala Agni dan teman-teman juga harus berpatroli di sana untuk bisa mengawal secara khusus kawasan landscape tersebut,” tegasnya.

Penyerahan Enam SK Perhutanan Sosial
Selain meninjau fasilitas rehabilitasi satwa, Menteri Kehutanan turut menyerahkan enam Surat Keputusan (SK) Persetujuan Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat setempat dengan total luasan mencapai ribuan hektare.

Kebijakan ini ditujukan untuk membuka akses pengelolaan kawasan hutan legal bagi masyarakat sekitar demi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengabaikan aspek kelestarian.

Raja Juli Antoni mengingatkan para penerima SK agar menjaga wilayah kelola masing-masing dari potensi karhutla serta mengembangkannya secara produktif.

“Jaga baik-baik, jangan sampai terbakar. Semoga bisa produktif,” tuturnya.

Melalui skema Perhutanan Sosial ini, pemerintah berharap masyarakat terdorong menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.